Jembatan Cangar Titik Rawan, Psikolog Dorong Kampanye Kesehatan Mental Lebih Masif

24 April 2026 10:37 24 Apr 2026 10:37

Dafa Wahyu P., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jembatan Cangar Titik Rawan, Psikolog Dorong Kampanye Kesehatan Mental Lebih Masif

Jajaran Satreskrim Polres Batu saat olah tkp di Jembatan Kembar Cangar beberapa waktu yang lalu. (Foto: Humas Polres Batu)

KETIK, BATU – Kawasan Jembatan Kembar Cangar, Kecamatan Bumiaji, kembali menjadi sorotan setelah dua kali dalam sebulan terjadi kasus dugaan bunuh diri. Kondisi ini mendorong perlunya pengawasan ketat dan edukasi kesehatan mental.

Pada 31 Maret 2026, seorang pria berinisial MMA (24) asal Trowulan, Mojokerto, ditemukan meninggal di dasar jurang bawah jembatan sekitar pukul 12.00 WIB dan diduga melakukan bunuh diri.

Kasus terbaru kembali terjadi pada Kamis, 23 April 2026, seorang pria ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama.

Dugaan sementara, korban juga merupakan pelaku bunuh diri, meski penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan pihak berwenang.

Psikolog asal Kota Batu, Sayekti Pribadiningtyas, menekankan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari hulu melalui psikoedukasi yang menjangkau masyarakat secara luas.

Sasaran edukasi dinilai perlu mencakup sekolah, layanan Posyandu, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat di tingkat desa.

Ia mengingatkan pentingnya membuka akses bantuan bagi individu yang mengalami tekanan psikologis.

“Jika seseorang menghadapi masalah atau stres, jangan dipendam sendiri. Segera cari bantuan kepada tenaga profesional,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Menurut Sayekti, stigma terhadap isu kesehatan mental masih cukup kuat di masyarakat.

Kondisi ini membuat banyak orang enggan mencari pertolongan dan memilih menyimpan persoalan pribadi, mulai dari konflik keluarga, perundungan, hingga tekanan hidup lainnya. 

“Persoalan-persoalan tersebut dapat ditangani apabila mendapat pendampingan sejak dini,” tambahnya.

Di Kota Batu, layanan psikolog saat ini telah tersedia di tiga puskesmas, yakni Puskesmas Batu, Puskesmas Sisir, dan Puskesmas Beji. 

Layanan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, khususnya oleh kalangan remaja yang rentan mengalami tekanan mental.

“Layanan ini terbuka bagi masyarakat, terutama remaja yang menghadapi persoalan seperti masalah keluarga, bullying, atau tekanan lainnya. Kami siap membantu memberikan pendampingan,” katanya.

Selain aspek edukasi, Sayekti juga menyoroti kondisi Jembatan Kembar Cangar yang kerap dikaitkan dengan aksi bunuh diri.

Ia menilai lokasi tersebut berpotensi menjadi tujuan bagi individu yang sedang berada dalam kondisi krisis psikologis, sehingga perlu perhatian khusus dari sisi pengamanan.

“Kita perlu waspada agar lokasi ini tidak menjadi tujuan bagi orang-orang yang sedang mengalami tekanan berat. Pencegahan harus dilakukan bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah tambahan, ia mengusulkan pemanfaatan media videotron di wilayah Kota Batu dan sekitarnya untuk menyampaikan kampanye kesehatan mental.

Pesan yang disampaikan dapat berupa edukasi sederhana terkait stres, depresi, serta pentingnya mencari bantuan profesional.

“Videotron bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan bahwa masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi tekanan hidup,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, media, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dapat diperkuat guna menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, sehingga kasus serupa dapat diminimalisasi.

“Apabila ada seseorang yang menunjukkan tanda-tanda tertekan, menarik diri, atau mengungkapkan keputusasaan, sebaiknya segera diajak berkomunikasi secara baik dan diarahkan untuk mendapatkan bantuan dari keluarga maupun tenaga profesional,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#JembatanKembarCangar #DugaanBunuhDiri #BeritaKotaBatu #InfoKotaBatu #KotaBatu