KETIK, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) mengirimkan tim bantuan ke Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur, usai dilanda bencana gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Tim ITS melalui Satuan Tugas (Satgas) saat berada di lokasi fokus pada peninjauan objek vital. Peninjauan itu di pimpin langsung oleh Ketua Tim Satgas Bencana ITS, Dr Ir Mudji Irmawan MT.
Ia menyampaikan, berdasarkan tinjauan lapangan, dampak gempa bumi di Maumere, NTT tergolong signifikan. Pelabuhan Lorens Say, tepatnya pada bagian gedung terminal penumpang mengalami kerusakan struktural akibat guncangan hebat.
Kendati demikian, berdasarkan laporannya lagi, fasilitas dermaga di Pelabuhan Lorens Say, Maumere dilaporkan masih cukup kokoh. Fokus Satgas Bencana ITS, meninjau pelabuhan dinilai penting oleh pihaknya.
Menurut Mudji, pelabuhan merupakan pintu masuk pertama untuk logistik. Sejumlah bantuan yang dikirimkan dari berbagai pihak untuk korban bencana, dari pelabuhan.
"Stabilitas dermaga ini menjadi poin krusial, karena pelabuhan saat ini berfungsi sebagai jalur utama pengiriman logistik bantuan sembako," kata Mudji yang juga ahli forensik dan investigasi kerusakan struktur bangunan tersebut, Kamis, 20 Agustus 2026.
Usai memastikan kondisi pelabuhan, Satgas Bencana ITS memantau kondisi infrastruktur lain, seperti jembatan dan jalan. Keduanya menjadi akses vital untuk distribusi logistik bantuan.
Dosen Departemen Teknik Sipil ITS tersebut menyampaikan bahwa timnya masih menghadapi kendala akses ke wilayah Nagekeo yang dilaporkan mengalami kerusakan paling parah.
“Hal itu kami upayakan guna menjamin kelancaran distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang lebih terisolasi dan terdampak,” paparnya.
Tim satgas yang terdiri dari beberapa dosen Departemen Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Teknik Sipil Infrastuktur ITS telah menyusun strategi perbaikan pada wilayah terdampak.
"Akselerasi pemulihan fasilitas umum menjadi penting, karena diharapkan menjadi salah satu cara dalam pemulihan ekonomi lokal,” terangnya.
Diungkapkan Mudji, Tim Satgas Bencana ITS diperkirakan akan menetap di lokasi bencana selama satu minggu ke depan untuk menuntaskan pengecekan kondisi dermaga. Hal ini setelah dilakukan aksi penggalangan dana dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak secara langsung.(*)
.png)