Hari Lahir Pancasila, KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo Kembali Dikenang sebagai Tokoh Perumus Sila Pertama

1 Juni 2026 18:22 1 Jun 2026 18:22

Heru Hartanto, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Lahir Pancasila, KHR As’ad Syamsul Arifin Situbondo Kembali Dikenang sebagai Tokoh Perumus Sila Pertama

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah saat pimpin Upacara Peringatan Lahir Pancasila di Halaman Belakang Kantor Pemkab Situbondo, Senin 1 Juni 2026. (Foto : Heru Hartanto/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Situbondo menjadi momentum untuk kembali mengingat kontribusi tokoh bangsa asal daerah tersebut dalam sejarah Indonesia.

Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah menegaskan bahwa Situbondo memiliki ikatan historis yang kuat dengan lahirnya Pancasila melalui sosok Pahlawan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin.

Hal itu disampaikan Ulfiyah saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, Senin, 1 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Wabup Situbondo menyebut KHR As’ad Syamsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam perumusan atau pengusulan sila pertama Pancasila.

Menurutnya, sejarah tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi masyarakat Situbondo untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Kabupaten Situbondo yang menjadi salah satu tonggak sejarah akan terus mengamalkan Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pemersatu keberagaman serta fondasi dalam mewujudkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di tingkat dunia,” kata Ulfiyah.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, pemerintah mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut, menurut Wabup, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Situbondo, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Ulfiyah juga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D.

Dalam amanat itu ditegaskan bahwa Pancasila menjadi pedoman yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap kemanusiaan merupakan modal penting dalam membangun kehidupan yang harmonis.

“Semangat tersebut juga relevan dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia melalui sikap saling menghormati dan kerja sama antarbangsa,” ujar Ulfiyah saat membacakan amanat tersebut.

Ia menambahkan, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus.

Di tengah berbagai tantangan global seperti konflik kemanusiaan, perkembangan teknologi yang semakin pesat, serta dinamika sosial yang kian kompleks, Pancasila dinilai menjadi fondasi kokoh bagi bangsa Indonesia.

“Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus berkontribusi bagi perdamaian dunia. Pancasila telah membuktikan kemampuannya mempersatukan keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang ada di Indonesia,” katanya.

Secara khusus, Ulfiyah mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya dan membangun masa depan bangsa.

“Kepada generasi muda Indonesia, saya mengajak untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan bangsa. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, toleran, dan mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan,” tegasnya.

Menutup amanatnya, Wakil Bupati Situbondo mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Dengan semangat Pancasila, mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan bermartabat di mata dunia,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Wabup Situbondo Salah Satu Perumus Sila Ke Satu Pertama KHR As'ad Syamsul Arifin Ulfiyah Yudian Wahyudi Hari Lahir Pancasila situbondo Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Banyuputih BPIP generasi muda Pancasila Gotong royong perdamaian dunia Berita Situbondo info situbondo