KETIK, PALEMBANG – Sebuah aksi penyelamatan berskala besar berhasil menyelamatkan ratusan satwa lindung dari ancaman karhutla yang membakar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan.
Kebakaran hebat yang melalap lahan seluas 90 hektare kini berhasil dikendalikan total berkat aksi cepat Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla).
Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud turun langsung ke lokasi bersama Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto untuk memastikan kondisi lapangan serta keselamatan kawanan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.
"Kegiatan hari ini kita melaksanakan pengecekan titik karhutla SM Padang Sugihan secara langsung. Karhutla ini terjadi di lahan kurang lebih 90 hektare. Alhamdulillah sampai dengan saat ini sudah terkendali," ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud di lokasi kejadian, Kamis, 10 September 2026.
Keberhasilan penanganan ini tak lepas dari pengerjaan operasi terpadu yang menggabungkan patroli udara, tim pemadaman darat dari Manggala Agni, hingga water bombing.
Pemeriksaan medis maraton oleh tim dokter juga memastikan tidak ada gajah maupun satwa lain yang mengalami gangguan kesehatan atau ISPA akibat paparan asap pekat.
Sinergi Kuat Lindungi Ekosistem
Keberhasilan meredam amukan api di kawasan konservasi ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, BKSDA, dan sektor swasta.
Apresiasi khusus diberikan kepada perusahaan mitra pemasok APP Group—PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT SBA Wood Industries—yang menerjunkan personel tambahan serta armada pemadam ke titik rawan.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto menegaskan bahwa fokus utama tim di lapangan adalah memblokir pergerakan api agar tidak menembus kantong-kantong habitat utama satwa.
"Satwa-satwa yang ada di sini kami pantau terus setiap harinya, seperti gajah binaan maupun gajah liar. Habitat yang sudah teridentifikasi pasti menjadi prioritas utama untuk kita amankan," tegas Daniwari.
Guna menjaga imun dan kesehatan gajah di tengah cuaca ekstrem musim kemarau, BKSDA bersama mitra juga menyalurkan asupan nutrisi ekstra berupa buah-buahan, bubur nutrisi, serta pasokan obat-obatan medis.
Pemantauan ketat serta proses pendinginan (cooling down) terus dilanjutkan agar sisa-sisa bara api tidak kembali memicu kebakaran susulan.(*)
