KETIK, JAWA TIMUR – Upaya menstabilkan harga telur ayam ras yang tengah mengalami penurunan dilakukan melalui sinergi antara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peternak rakyat di Jawa Timur.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sepakat meningkatkan penggunaan telur dalam menu harian sebagai langkah menyerap hasil produksi peternak.
Kesepakatan tersebut lahir dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta koperasi dan asosiasi peternak ayam petelur di Jawa Timur.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, mengatakan kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih pasti bagi peternak rakyat.
"Dengan adanya SPPG sebagai pembeli tetap, hasil produksi telur dapat terserap secara berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan, nantinya, penggunaan telur dalam menu MBG sedikitnya tiga kali dalam sepekan. Dalam skema pembeliannya, dilakukan langsung melalui koperasi atau asosiasi peternak rakyat dengan harga awal minimal Rp24.000 per kilogram.
Nilai tersebut direncanakan meningkat secara bertahap mengikuti perkembangan Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen.
“Peternak membutuhkan kepastian pasar. Kehadiran SPPG sebagai pembeli langsung akan membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus mendukung program pemenuhan gizi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pihak koperasi dan asosiasi peternak menyatakan kesiapan untuk memasok kebutuhan telur ke dapur-dapur MBG. Distribusi akan dilakukan langsung ke SPPG dengan tetap memperhatikan standar mutu yang telah ditetapkan.
Maino menilai langkah percepatan penyerapan sangat penting mengingat produksi telur berlangsung setiap hari dan tidak dapat dihentikan. Karena itu, pemerintah daerah bersama organisasi peternak didorong segera mengoptimalkan penyaluran pasokan ke berbagai SPPG yang telah beroperasi.
Di sisi lain, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, menegaskan bahwa, BGN mengarahkan SPPG untuk berperan sebagai penghubung utama dalam rantai pasok bahan pangan, termasuk telur ayam ras.
Menurutnya, peran tersebut memungkinkan program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi instrumen stabilisasi harga ketika pasar mengalami tekanan.
"Berdasarkan simulasi awal, penggunaan telur dalam menu MBG sebanyak tiga kali setiap pekan berpotensi memberikan dampak stabilisasi harga sekitar 8 hingga 10 persen di Jawa Timur," katanya.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional akan melakukan pemetaan antara SPPG aktif dan koperasi maupun asosiasi peternak yang menjadi pemasok. (*)
Dapur MBG di Jawa Timur Siap Serap Telur Peternak, Harga Ditargetkan Lebih Stabil
8 Juni 2026 07:38 8 Jun 2026 07:38
Hanifuddin Musa, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Kandang ayam petelur di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Taruna Bhumi Jember. (Foto: Dokumen Ketik.com)
Tags:
MBG Stabilisasi Harga Telur Jawa timur Ayam PetelurBaca Juga:
Karier Moncer Nanik S Deyang: Dari Madiun, Kini Jadi Bos Badan Gizi NasionalBaca Juga:
Jangan Sampai Ditilang, Ini 15 Pelanggaran yang Jadi Target Operasi Patuh Semeru 2026 di PacitanBaca Juga:
Sony Sonjaya Ajukan JC di Kasus MBG, Apa Itu Justice Collaborator dan Apa Keuntungannya?Baca Juga:
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Khofifah Pimpin Aksi Bersih Sampah dan Tanam Pohon Bersama 1.125 PesertaBaca Juga:
Sony Sonjaya Siap Buka-bukaan Terkait Keterlibatan Tokoh Besar di Kasus Dugaan Korupsi MBGBerita Lainnya oleh Hanifuddin Musa
8 Juni 2026 08:21
Manusia Pertama Indonesia Ini Sukses Kunjungi 197 Negara, Ini sosoknya
7 Juni 2026 08:01
Jangan Lewatkan! Hari ini Veda Ega Start dari Posisi 9 Moto3 GP Hungaria
7 Juni 2026 07:48
Veda Ega Diuntungkan Sanksi Rival, Melesat ke Tiga Besar Klasemen Moto3 2026
6 Juni 2026 14:49
Siap-Siap! Operasi Patuh Semeru 2026 Dimulai, Polres Malang Maksimalkan Tilang Elektronik
6 Juni 2026 14:23
Dispora DKI Jakarta Jadi Satu-satunya OPD Pemprov Se-Indonesia yang Miliki Gedung Layaknya Kantor BUMN
