KETIK, LABUHAN BATU – Kelangkaan gas LPG subsidi tabung ukuran 3kg masih berlangsung hampir di semua wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Sumut.
Selain langka, harga beli masyarakat di tingkat pengecer seperti kios/warung, hingga kemarin tembus di angka Rp35.000.
Kondisi tersebut membuat Tommy, satu dari 45 anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, mengambil sikap.
Selain berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas se-Kecamatan Rantau Utara, ia juga membuka komunikasi ruang publik.
Belakangan, dirinya mendapatkan sejumlah informasi dugaan permainan nakal pemilik pangkalan sekaitan dengan pola distribusi gas melon itu.
Beragam laporan yang diterimanya, selanjutnya kembali dikoordinasikan dengan aparat kepolisian Polres Labuhanbatu.
Dijelaskan Tommy, Kamis, 4 Juni 2026, distribusinya gas LPG 3kg harus sesuai, masyarakat sekitar pangkalan layak didahulukan. Namun, situasi belakangan terlihat kurang kondusif.
"Regulasi pendistribusian gas subsidi ke warga, sudah jelas, baik harga dan caranya. Nah, kalau itu dilakukan sesuai yang diatur, saya kira tidak ada masalah," ujarnya.
Upaya dirinya berkumpul dengan bhabinkamtibmas kemarin dan sekaligus turun kesejumlah pangkalan dan warga terdampak, merupakan niat memperbaiki segera keadaan.
Agar, sambung Tommy, para warga khususnya kaum ibu tidak kesulitan mendapatkan gas melon serta dengan harga sesuai yang ditetapkan.
"Niatnya bagaimana keresahan warga segera teratasi. Nah, laporan dari warga kepada saya, menjadi acuan perbaikan. Intinya, masalah kelangkaan ini harus secepatnya diatasi," terangnya.
Dilanjutkan anggota DPRD Labuhanbatu daerah pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Rantau Utara itu, kini bhabinkamtibmas telah mendatangi pangkalan mensosialisasikan agar distribusi sesuai aturan.
"Syukurlah, pertemuan kemarin berlanjut. Kawan-kawan bhabinkamtibmas terus berupaya. Harapan kita distribusi gas melon tidak lagi menimbulkan masalah," harap Tommy lagi.(*)
