KETIK, MALANG – Pemerintah telah menyetujui penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2025 menjadi Rp 89.410.258,79. Hal tersebut berdampak pada Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya haji 2025 yang harus dibayarkan jamaah menjadi Rp 55,4 juta.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Malang, Subhan menjelaskan biaya haji di Jawa Timur tetap cenderung lebih mahal dibandingkan daerah lainnya. Hal tersebut disebabkan belum adanya pesawat berkapasitas 450 penumpang di Bandara Juanda.
"Jatim kan ada penambahan biaya karena memang konsekuensi dari Bandara Juanda yang sampai saat ini belum bisa dilandasi oleh pesawat yang berkapasitas 450. Sehingga memilih pesawat yang 371 itu maksimal. Otomatis harus banyak pesawat," ujarnya, Jumat 10 Januari 2025.
Dikatakan bahwa biaya haji di Jawa Timur tertinggi kedua setelah Makassar. Oleh karena itu meskipun penurunan biaya haji belum secara resmi ditetapkan, namun Jawa Timur tetap berpeluang menanggung konsekuensi tersebut.
"Jamaah ada porsi awal Rp 25 juta, maka pelunasannya pada tahun 2025 ini sekitar Rp 30 juta karena Bipih menjadi Rp 55,4 juta. Mungkin Jatim akan lebih mahal, kalau setelah dihitung ya penurunannya sekitar Rp 600.000," terangnya.
Pemerintah sendiri telah memberikan nilai manfaat atau subsidi sebesar 38 persen. Jumlah tersebut terjadi penguarangan dibandingkan pada tahun 2024 yang berada di angka 40 persen.
"Jadi 62 persen itu dibebankan ke jamaah, sementara subsidi pemerintah itu 38 persen. Ada sedikit pengurangan untuk subsidi atau nilai manfaat yang diberikan sehingga meskipun ada kenaikan di beban jamaah karena penurunan nilai manfaat, tetapi karena BPIH," ujarnya.
Biaya Haji 2025 Turun, Kemenag Kota Malang Sebut Jatim Cenderung Lebih Mahal
10 Januari 2025 18:00 10 Jan 2025 18:00
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Malang, Subhan. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Biaya Haji BPIH BIPIH Kota Malang Kemenag kota malangBaca Juga:
Perkuat Kolaborasi Akademik Bidang Bahasa dan Olahraga, UM Jalin Kerja Sama dengan Universitas Algeria,Baca Juga:
KPK Soroti Pokir DPRD Kota Malang, Ketua Dewan Buka Suara: Harus Selaras RPJMD!Baca Juga:
KPK Datangi DPRD Kota Malang, Jubir Ungkap Fokus Pengawasan hingga Celah Pokir Baca Juga:
KPK Panggil Jajaran DPRD dan Pejabat Pemkot Malang, Ketua Fraksi Golkar: Bukan Perkara PidanaBaca Juga:
KPK Datangi DPRD Kota Malang, Wali Kota-Wakil Wali Kota hingga Anggota Dewan Dikumpulkan! Ada Apa?Berita Lainnya oleh Lutfia Indah
23 September 2026 21:20
KPK Soroti Pokir DPRD Kota Malang, Ketua Dewan Buka Suara: Harus Selaras RPJMD!
23 September 2026 21:06
KPK Datangi DPRD Kota Malang, Jubir Ungkap Fokus Pengawasan hingga Celah Pokir
23 September 2026 20:59
Bukan OTT! Wali Kota Malang Ungkap Alasan KPK Datang Seharian ke DPRD, Termasuk Soal Pokir
23 September 2026 17:54
KPK Panggil Jajaran DPRD dan Pejabat Pemkot Malang, Ketua Fraksi Golkar: Bukan Perkara Pidana
23 September 2026 16:16
KPK Datangi DPRD Kota Malang, Wali Kota-Wakil Wali Kota hingga Anggota Dewan Dikumpulkan! Ada Apa?
