Ajak Warga Jaga Kamtibmas, Plt Wali Kota Madiun Ingin Perayaan 1 Suro Berdampak Positif bagi Pelaku UMKM

13 Juni 2026 17:58 13 Jun 2026 17:58

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Ajak Warga Jaga Kamtibmas, Plt Wali Kota Madiun Ingin Perayaan 1 Suro Berdampak Positif bagi Pelaku UMKM

Plt Wali Kota Bagus dalam kegiatan Sosialisasi Kesiapsiagaan Kamtibmas menjelang 1 Suro/1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Manguharjo, Madiun, Jumat (12/6/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban menjelang peringatan 1 Suro 2026. Pemerintah dan aparat keamanan menyiapkan langkah antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. (Foto: Diskominfo Kota Madiun)

KETIK, MADIUN – Menjelang peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai 1 Suro, Pemerintah Kota Madiun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Selain itu, momentum tahunan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ajakan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, saat menghadiri Sosialisasi Kesiapsiagaan Kamtibmas Menjelang 1 Suro/1 Muharram 1448 Hijriah di Kecamatan Manguharjo, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Bagus, bulan Muharram tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi momen sosial dan budaya yang selalu menghadirkan berbagai kegiatan masyarakat.

“Muharram bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga kegiatan sosial. Maka, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Bagus.

Ia menjelaskan, setiap memasuki bulan Suro, Kota Madiun identik dengan berbagai kegiatan seperti Suroan, Suran Agung yang melibatkan komunitas perguruan pencak silat, kirab budaya, pengajian akbar, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya yang mampu menarik perhatian masyarakat.

Karena itu, Bagus meminta seluruh perangkat daerah, aparat kewilayahan, hingga pengurus RT dan RW untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan serta aktif berkoordinasi dengan pihak terkait apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurutnya, menjaga kondusivitas daerah bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Menjelang 1 Suro dan kegiatan Suran Agung 2026, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kekondusifan Kota Madiun. Tanggung jawab menciptakan suasana yang aman menjadi tugas kita bersama,” tegasnya.

Momentum Suro Diharapkan Gerakkan Ekonomi Lokal

Selain menyoroti aspek keamanan, Bagus juga berharap rangkaian kegiatan bulan Suro dapat menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Ia menilai tingginya aktivitas masyarakat selama perayaan 1 Suro berpotensi meningkatkan pendapatan pelaku usaha lokal apabila dimanfaatkan dengan baik.

Menurutnya, UMKM perlu diberi ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang digelar selama bulan Muharram agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas.

“Momentum bulan Suro juga harus membawa manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami mendorong pelibatan UMKM dalam berbagai kegiatan agar perputaran ekonomi meningkat,” katanya.

Bagus berharap tradisi dan kegiatan yang berlangsung selama bulan Suro tidak hanya menjadi agenda budaya dan keagamaan semata, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan berdampak positif bagi Kota Madiun,” tambahnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Bagus Panuntun Akbp Wiwin Junianto Kota Madiun 1 Suro 2026 Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Suran Agung Umkm Madiun Operasi Aman Suro kamtibmas pencak silat berita Madiun info madiun Ekonomi Madiun Budaya Jawa