KETIK, SITUBONDO – Sebanyak 576 tim dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Lomba Layangan Bupati Situbondo Cup 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Kampung Kerbau, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat, 7 Agustus 2026.
Lomba layangan dengan total hadiah Rp150 juta ini diselenggarakan kali keduanya sejak Mas Rio memimpin Kabupaten Situbondo. Ajang ini sekaligus untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Situbondo dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Sebanyak 350 tim berasal dari Situbondo, sedangkan sisanya datang dari berbagai daerah seperti Palembang, Manado, Samarinda, Palu, Lombok, Bali, Madura hingga Kalimantan," jelas Ketua Panitia lomba layang-layang, Fathor Rahman.
Kompetisi ini, kata Fathor Rahman, menggunakan sistem gugur atau adu putus dengan dua kategori, yakni tarik-ulur dan freestyle (jebret). Babak penyisihan dimulai Jumat sore, pembukaan resmi dijadwalkan Sabtu, 8 Agustus 2026. Sedangkan, final berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026.
“Ajang ini juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas penghobi layangan dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sementara, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa layangan merupakan olahraga tradisional asli Indonesia yang kini telah berkembang hingga level internasional.
“Kabupaten Situbondo menjadi salah satu sentra produksi layangan terbesar di Indonesia, khususnya untuk kategori sport dan freestyle,” kata Mas Rio, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, pihaknya memperkirakan sekitar 40 persen layangan sport di Indonesia diproduksi dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
“Event ini bukan hanya soal lomba, namun juga menggerakkan ekonomi kreatif dan memperkenalkan Situbondo sebagai episentrum layangan nasional," tegas Mas Rio.
Selain itu, Mas Rio menegaskan, Lomba Layangan Bupati Situbondo Cup 2026 ini akan menjadi agenda rutin tahunan selama masa kepemimpinannya.
Hal ini dilakukan sebagai upaya melestarikan olahraga tradisional layang-layang sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata daerah. (*)
