KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya dalam pengelolaan UB Forest kini telah memanfaatkan teknologi Internot of Thing (IoT) yang dirancang oleh UPT Pengelola Kawasan Hutan bersama Fakultas Vokasi UB. Inovasi tersebut salah satunya dapat berfungsi untuk mendeteksi keberadaan hewan langka.
Koordinator KJF/Manajer Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan UPT Pengelola Kawasan Hutan UB Forest, Rifqi Rahmat Hidayatullah menjelaskan IoT dapat melakukan beberapa aktivitas yang membantu pengelolaan UB Forest.
"Bisa monitoring biofisik dan iklim, satwa liar, monitoring kebakaran hutan dan lahan secara real time, untuk keamanan kawasan hutan. Teknologi yang digunakan juga sudah tahan cuaca, anti pecurian, dan baterainya tahan lama," ujarnya, Rabu 12 Desember 2024.
Dalam pengelolaan dan pengawasan area hutan, salah satu hambatannya ialah tak terjamahnya pasokan sinyal. Menyikapi itu, inovasi tersebut menggunakan LoRA Surveillance yang dapat menembus daerah rawan sinyal.
"Harapannya alat ini bisa dipakai monitoring hutan primer atau rimba. Memang masih perlu banyak penyempurnaan dengan tantangan. Sistem yang kami kembangkan sangat berguna jika terus dikembangkan," lanjutnya.
Mochammad Roviq, Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan (UB Forest) telah menyebutkan bahwa terdapat beberapa hewan langka yang ditemukan di dalam UB Forest, salah satunya Elang. Namun masih diperlukan pengamatan lebih jauh terkait hal tersebut.
"Berdasarkan pengamatan, ada elang di sana tapi kami belum explore apakah ada sarangnya atau hanya untuk singgah," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam waktu dekat ini tim akan melakukan penelusuran terhadap jejak keberadaan Macan Kumbang di UB Forest. Untuk itu keberadaan IoT di UB Forest dinilai membantu pelacakan satwa liar.
"Inovasi ini selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) UB Forest dan dapat menjadi model bagi pengelolaan hutan lainnya di Indonesia," imbuhnya.
UB Forest Gunakan Teknologi IoT, Bisa Deteksi Hewan Langka
11 Desember 2024 16:33 11 Des 2024 16:33
Lutfia Indah, Aziz Mahrizal
Redaksi Ketik.com
Penggunaan IoT yang diaplikasikan ke UB Forest. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
UB Forest IoT Satwa Langka Universitas Brawijaya UB malangBaca Juga:
Nanas Ngancar Tembus UEA, Mahasiswa Magang Berdampak PSDKU UB Kediri Ikut Dampingi Proses EksporBaca Juga:
Mahasiswa UB Kediri Turun ke Pasar, Bantu Promosikan UMKM Tradisional lewat Media SosialBaca Juga:
Jelang Mubes ke-6, Ketum Pujakusuma Eko Sopianto Turun Gunung ke Malang, Ada Apa?Baca Juga:
Mahasiswa MBKM Kembangkan Budidaya Lele Sistem Bioflok di KDMP Tambakploso LamonganBaca Juga:
Seskab Teddy Respons Cepat Kritik Lawatan Prabowo, Pakar UB: Belum Jamin TransparansiBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
10 Juni 2026 16:40
Surati BGN, Pemkot Malang Minta Dilibatkan Tentukan Titik SPPG
10 Juni 2026 16:28
Unisma Gandeng Constructor University Bremen, Buka Jalan Adjunct Professor dan Riset Internasional
10 Juni 2026 15:16
Penerima Menurun, Pemkot Malang Salurkan Beasiswa Pendidikan ke 551 Pelajar dan Mahasiswa
10 Juni 2026 13:49
DPRD Kota Malang Desak Tindak Tegas SPPG Bermasalah: Kalau Tak Penuhi Kriteria, Suspend!
10 Juni 2026 12:22
Harga Pertamax Bikin Ojol Kota Malang Boncos, Lihat Display SPBU Langsung Pening
