KETIK, MALANG – Mendapatkan nomor urut 3 di Pilkada 2024 Kota Malang membuat pasangan Moch Anton (Abah Anton) dan Dimyati Ayatulloh tancap gas untuk menyukseskan program kerja. Terdapat sembilan program prioritas yang telah disiapkan dan dirancang dengan matang oleh pasangan tersebut.
Abah Anton menjelaskan pelaksanaan program tersebut akan menjadi kebijakan yang pro rakyat. Mereka berkomitmen membangun Kota Malang bersama dengan koalisi rakyat.
"Koalisi rakyat itu membangun kebersamaan untuk menyelesaikan banyak permasalah yang ada di Kota Malang. Koalisi rakyat artinya rakyat jangan dijadikan obyek saja. Marilah rakyat kita berikan kesempatan untuk perencana Malang ke depan," ujarnya, Senin 23 September 2024.
Dari sembilan skala prioritas yang ada telah dibagi dalam beberapa kategori yakni dua skala prioritas wajib, tiga skala utama, dan empat skala pendukung. Untuk skala prioritas wajib yang ia soroti ialah pendidikan dan juga kesehatan.
"Saya melihat potensi pendidikan yang wajib kita utamakan sebagai bagian dari perencanaan visi misi. Juga kesehatan dimana seharusnya puskesmas tidak hanya jadi tempat masyarakat periksa kesehatan, tapi memberi layanan penuh," lanjutnya.
Abah Anton telah berpengalaman sebagai Wali Kota Malang pada periode 2013-2018. Dulu ia sempat mencanangkan agar puskesmas di Kota Malang tidak hanya menunggu pasien datang, namun juga jemput bola ke masyarakat.
"Saya enggak mau puskesmas hanya menunggu, tapi juga jemput bola untuk melihat masyarakat secara langsung. Baik itu yang sakit maupun yang sehat. Juga jangan sampai puskesmas menarik biaya apapun ke rakyat," tegasnya.
Selain itu untuk tiga skala prioritas utama, di dalamnya mencakup persoalan yang sering terjadi dan dikeluhkan masyarakat. Mulai dari banjir, kemacetan, hingga persoalan parkir yang perlu mendapatkan penanganan cepat.
"Kita lihat jalan di Kota Malang enggak ada perkembangan sama sekali. Kami punya solusi dengan minimnya anggaran, kita atasi kemacetan dengan mengembalikan fungsi jalan untuk kendaraan. Bukan PKL atau digunakan untuk yang lainnya," tambahnya.
Sedangkan untuk empat skala prioritas pendukung, salah satu yang menjadi sorotan ialah ekonomi kreatif di Kota Malang. "Kita coba bagaimana meratakan ekonomi di lima kecamatan. Saya menginginkan ada koridor perencanaan di masing-masing kecamatan," tutupnya.(*)
Nomor Urut 3, Abah Anton-Dimyati Tancap Gas Sukseskan Pilkada Kota Malang dengan 9 Skala Prioritas
23 September 2024 18:52 23 Sep 2024 18:52
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Pasangan nomor 3, Abah Anton dan Dimyati yang telah mencanangkan 9 skala prioritas, pada Pilkada 2024 Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Abah Anton Dimyati Ayatulloh Pilkada 2024 Pilkada Kota Malang Kota Malang Tim Abadi Abah Anton-DimyatiBaca Juga:
Perpustakaan Keliling Sambangi Lapas Perempuan Malang, Warga Binaan Antusias Baca BukuBaca Juga:
Berawal dari Grup Pelayanan Publik, Rumah Reyot Kuswoyo Dapat Bantuan Dari Swadaya MasyarakatBaca Juga:
Hidup Sunyi di Balik Tumpukan Sampah, Potret Getir Kuswoyo yang Terasing di Jantung Kota MalangBaca Juga:
Lapas Perempuan Malang Deklarasikan Zero Halinar, Komitmen Berantas Narkoba dan PungliBaca Juga:
Semangat Hari Kartini, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis dan Paket Sembako Kepada Ojol di Kota MalangBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
25 April 2026 15:47
Proyek LSDP Diperkirakan Beroperasi 2027, DLH Kota Malang: Jadi Solusi Overload TPA Supit Urang
25 April 2026 12:41
Hadapi Musim Kemarau, DLH Kota Malang Atur Strategi Perawatan RTH dan Tanaman Hias
24 April 2026 18:22
Misi Pencarian Sapi Kurban untuk Prabowo di Kota Malang
24 April 2026 18:17
Cek IPAL SPPG Sukun Gadang 2, Satgas Percepatan MBG Berikan Catatan
24 April 2026 16:57
Stok Sapi Lokal Seret, Pemkot Malang Pertimbangkan Datangkan Sapi Impor untuk Idul Adha
24 April 2026 16:29
Rumah Tak Layak Huni Kuswoyo Masuk Desil 6, Pemkot Malang Lakukan Ground Check
Trending
Perjuangan Orang Tua Dampingi Anak UTBK di Universitas Brawijaya, Tanpa Bimbel Andalkan Doa dan Semangat
Warga Kota Malang Luput Perhatian Pemerintah, Rumah Tak Layak Huni tapi Masuk Desil 6
Dituntut Rp20 M soal Lahan Wisata Goa Gong, Pemkab Pacitan Siap Buka Ruang Dialog
Marak Rokok Ilegal, Ratusan Tenaga Magang di Pabrik Sampoerna Pacitan Tak Dilanjutkan
