KETIK, MALANG – Segenap civitas akademika Universitas Negeri Malang (UM) merapatkan barisan dan memberikan seruan agar Presiden RI, Joko Widodo kembali pada cita-cita reformasi. Hal tersebut berangkat dari keresahan atas perilaku kurang terpuji dan praktik culas orang-orang yang mabuk kekuasaan.
Prof. Dr. Hari Wahyono, M.Pd., selaku Guru Besar Ekonomi UM menyebut seruan kepada Presiden Jokowi menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa Indonesia. Menurutnya banyak perilaku yang menjauh dari keberadaban, kejujuran yang menciderai nilai kemanusiaan dan pendidikan bangsa.
"Ini adalah bentuk dari kepedulian kita terhadap kondisi di Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Kegelisahan masyarakat semakin luas dan suasana kurang kondusif menjelang Pemilu 2024. Selain itu adanya perilaku menabrak etika dan kepatuhan, praktik penyahagunaan kekuasaan, KKN, serta ologarki," ujar Prof. Hari usai membacakan seruannya pada Senin (5/2/2024) di Graha Rektorat UM.
Menurutnya keadilan, integritas, kredibilitas, hingga transparansi menjadi elemen penting dalam kepemimpinan nasional. Sebagai Bapak Bangsa, Jokowi harusnya bersikap lugas dan konsisten menegakkan negara demokratis, beradab, dan bermartabat, yang bukan sekadar formalitas dan prosedural.
"Kami juga menyerukan agar Presiden Jokowi mengembalikan kepercayaan sebagai pemegang kekuasaan. Berlandaskan nilai pancasila dan UUD 1945 demi keutuhan bangsa dan keberlangsungan NKRI," tambahnya.
Tak hanya itu, sikap kenegarawanan harus tercermin dengan tidak hanya memihak pada satu golongan maupun menjauhkan diri dari sikap partisan Pemilu 2024. Sebagai Kepala Negara, Jokowi harus menjadi pelopor dalam mengedepankan netralitas aparatur negara.
"Presiden harus menjadi panutan perilaku berkahlak mulia dan menjauhkan diri dari perilaku tidak terpuji. Khususnya dalam mengelola pemerintaha, termasuk penyelenggaraan Pemilu 2024," tegasnya.
Ia menekankan bahwa aksi seruan yang digaungkan oleh para akademisi, Guru Besar, dan mahasiswa tersebut tidak ditunggangi oleh kepentingan politik peserta pemilu. Ia berharap hati Presiden Jokowi dapat terketuk dan kembali pada perbaikan jalannya reformasi.
"Kita tidak memihak pada salah satu paslon manapun, murni seruan untuk perbaikan jalannya Reformasi kita. Ini sebenarnya lebih ke seruan bukan tuntutan sehingga kita mengetuk hati Presiden Jokowi untuk memperhatikan seruan ini," tutupnya.(*)
Civitas Akademika UM Berikan Seruan, Minta Presiden Jokowi Kembali ke Jalan Reformasi
5 Februari 2024 08:44 5 Feb 2024 08:44
Lutfia Indah, Mustopa
Redaksi Ketik.com
Para civitas akademika UM yang melakukan aksi seruan kepada Presiden Jokowi. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
Aksi Seruan Seruan untuk Presiden Jokowi Jokowi Seruan Akademisi Universitas Negeri Malang Protes Jokowi DemokrasiBaca Juga:
Peluang Masuk Universitas Negeri Malang Masih Terbuka Lebar, Jalur Mandiri Sediakan Kuota 4.545 KursiBaca Juga:
Lawan Bullying di Sekolah, Universitas Terbuka dan Universitas Negeri Malang Ciptakan Buku Cerita untuk Siswa SDN Sukoharjo 1 MalangBaca Juga:
Jangan Cuma Kejar IPK! Pustakawan UM Bongkar Kunci Keberhasilan Mahasiswa di MalangBaca Juga:
Rupiah Terpuruk Tembus Rp18.049, Akademisi UM Bongkar Dampaknya bagi Ekonomi RIBaca Juga:
SPs UM Luluskan 4.938 Guru PPG Kemenag, Dorong Transformasi Pendidikan MadrasahBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
10 Juni 2026 16:40
Surati BGN, Pemkot Malang Minta Dilibatkan Tentukan Titik SPPG
10 Juni 2026 16:28
Unisma Gandeng Constructor University Bremen, Buka Jalan Adjunct Professor dan Riset Internasional
10 Juni 2026 15:16
Penerima Menurun, Pemkot Malang Salurkan Beasiswa Pendidikan ke 551 Pelajar dan Mahasiswa
10 Juni 2026 13:49
DPRD Kota Malang Desak Tindak Tegas SPPG Bermasalah: Kalau Tak Penuhi Kriteria, Suspend!
10 Juni 2026 12:22
Harga Pertamax Bikin Ojol Kota Malang Boncos, Lihat Display SPBU Langsung Pening
