SAMBA HIMMABA UIN Malang Sambut Mahasiswa Baru, Tanamkan Semangat Berorganisasi dan Nilai Kepesantrenan

27 September 2026 15:08 27 Sep 2026 15:08

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail SAMBA HIMMABA UIN Malang Sambut Mahasiswa Baru, Tanamkan Semangat Berorganisasi dan Nilai Kepesantrenan

Himpunan Santri Alumni Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (HIMMABA) Komisariat UIN Malang menggelar kegiatan Sambut Mahasiswa (SAMBA) bagi mahasiswa baru alumni Tambakberas, Minggu, 27 September 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

KETIK, MALANG – Himpunan Santri Alumni Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (HIMMABA) Komisariat UIN Malang menggelar kegiatan Sambut Mahasiswa (SAMBA) bagi mahasiswa baru alumni Tambakberas, Minggu, 27 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi UIN Malang itu diikuti puluhan mahasiswa baru alumni Tambakberas.

Kegiatan SAMBA menjadi momentum penyambutan sekaligus pengenalan keluarga besar HIMMABA kepada mahasiswa baru yang mulai memasuki dunia perguruan tinggi. Selain membangun keakraban, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menanamkan kembali nilai-nilai kepesantrenan yang telah diperoleh selama belajar di Bahrul 'Ulum Tambakberas.

Ketua HIMMABA Komisariat UIN Malang, Kharisma Fitrotul Islamiyah, mengatakan kegiatan SAMBA tidak sekadar menjadi agenda seremonial penyambutan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan, membangun relasi, sekaligus bergabung dalam keluarga besar HIMMABA.

“Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren dan melanjutkan ke perguruan tinggi, tentu banyak hal baru yang akan kita temui. Mulai dari lingkungan baru, pola belajar yang berbeda, hingga kesempatan untuk mengembangkan diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, HIMMABA menjadi wadah bagi mahasiswa alumni Tambakberas untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater, membangun persaudaraan, sekaligus mengembangkan potensi selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Tetap Menjadi Santri Setelah Lulus

Sementara itu, Pembina HIMMABA UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi terselenggaranya SAMBA 2026. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara penyambutan, tetapi menjadi awal tumbuhnya rasa kekeluargaan, solidaritas, dan semangat kebersamaan di antara mahasiswa alumni Tambakberas.

Foto Pembina HIMMABA UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi terselenggaranya SAMBA 2026. (Foto: Dok. Pribadi)Pembina HIMMABA UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi terselenggaranya SAMBA 2026. (Foto: Dok. Pribadi)

“Hari ini bukan sekadar acara penyambutan. Hari ini merupakan awal dari sebuah perjalanan baru,” tuturnya.

Menurut Miftahul Huda, memasuki dunia perguruan tinggi berarti mahasiswa menghadapi lingkungan yang lebih luas. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk belajar, berorganisasi, membangun relasi, mengembangkan kemampuan, dan memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar.

Namun, ia mengingatkan agar keluasan lingkungan kampus tidak membuat mahasiswa meninggalkan identitasnya sebagai santri.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk tetap menjaga nama baik pesantren melalui sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga pergaulan dengan lawan jenis.

“Walaupun sudah lulus dari pesantren Tambakberas, tetap jaga nama baik pesantren. Jaga pergaulan, terutama dengan lawan jenis di manapun berada” pesannya.

Selain itu, ia meminta mahasiswa tetap mengamalkan berbagai amalan dan ijazah yang telah diberikan para masyayikh selama berada di pesantren. Menurutnya, nilai-nilai kepesantrenan harus tetap menjadi bekal ketika mahasiswa berada di lingkungan yang lebih luas.

“Jangan merasa sudah lulus kemudian berhenti menjadi santri. Teman-teman tetap santri Mbah Wahab. Karena itu, amalan yang telah diberikan para masyayikh tetap diamalkan dan shalat lima waktu berjamaah harus dijaga,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik, organisasi, ibadah, dan kehidupan sosial. Dengan demikian, mahasiswa alumni Tambakberas diharapkan tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga tetap memiliki karakter dan akhlak sebagai santri.

Meneladani Semangat Organisasi Mbah Wahab

Pesan tentang pentingnya berorganisasi juga disampaikan Ustaz Abdul Haris, M.H.I., salah satu Pembina HIMMABA UIN Malang dalam sesi mauidhoh dan motivasi. Ia mengajak mahasiswa baru HIMMABA meneladani semangat perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab, khususnya dalam berorganisasi dan menggerakkan masyarakat.

Ustaz Haris mengulas Mbah Wahab sebagai sosok ulama, organisator, sekaligus penggerak yang memiliki peran penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU). Selain memiliki keilmuan agama, khususnya usul fikih, Mbah Wahab juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan.

Menurut Ustaz Haris, salah satu keteladanan utama Mbah Wahab adalah kemampuannya mengubah gagasan menjadi gerakan. Ia tidak berhenti pada ide, tetapi mampu menginisiasi dan menggerakkan orang lain untuk mewujudkan gagasan tersebut.

“Kalau kita tidak bisa meniru Mbah Wahab seluruhnya, setidaknya kita bisa meniru keaktifan beliau dalam berorganisasi,” ujar Ustaz Haris Dosen Fakultas Syariah ini.

Ia menjelaskan, organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab. Namun, keaktifan berorganisasi harus tetap berjalan seimbang dengan kewajiban menuntut ilmu dan mengaji.

Dalam menjalankan organisasi, Ustaz Haris mengingatkan pengurus HIMMABA untuk memperkuat komunikasi, tertib administrasi dan birokrasi, menyusun rencana aksi, serta melakukan evaluasi terhadap setiap program.

“Setiap program harus punya rencana aksi. Setelah itu dievaluasi untuk melihat kekurangan dan mencari solusi,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kesibukan berorganisasi tidak boleh membuat mahasiswa melupakan pesantren, keluarga, guru, maupun tanggung jawab sebagai santri.

Semangat perjuangan Mbah Wahab, lanjutnya, dapat menjadi inspirasi bagi kader HIMMABA untuk menjadi pribadi yang aktif, memiliki gagasan, mampu mengeksekusi gagasan, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai kepesantrenan.

Ditutup dengan Games dan Keakraban

Setelah sesi sambutan dan motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama pengurus HIMMABA dan mahasiswa baru. Suasana semakin meriah ketika peserta mengikuti berbagai permainan atau games yang telah disiapkan panitia.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal dan membangun keakraban dengan sesama alumni Bahrul 'Ulum Tambakberas di UIN Malang.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Melalui SAMBA 2026, HIMMABA Komisariat UIN Malang berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal organisasi, tetapi juga memiliki semangat untuk aktif berproses, menjaga identitas sebagai santri, membangun persaudaraan, serta mengambil peran di lingkungan kampus dan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa baru untuk menjadi bagian dari keluarga besar HIMMABA UIN Malang melanjutkan tradisi keilmuan dan kepesantrenan Tambakberas di ruang yang lebih luas.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang UIN Maliki Malang Alumni Bahrul Ulum Tambah Beras Jombang Samba Himmaba