LADEC Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Closing Open Recruitment 2026–2027, 80 Peserta Bertahan hingga Tahap Akhir

8 November 2026 13:00 8 Nov 2026 13:00

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail LADEC Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Closing Open Recruitment 2026–2027, 80 Peserta Bertahan hingga Tahap Akhir

Law Debate Community (LADEC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Closing Ceremony Open Recruitment Anggota Tahun 2026–2027, Minggu, 8 November 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

KETIK, MALANG – Law Debate Community (LADEC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Closing Ceremony Open Recruitment Anggota Tahun 2026–2027, Minggu, 8 November 2026, di Gedung D Lantai 2, Ruang 210, Kampus 1 UIN Malang. Dari 82 peserta yang mengikuti seleksi awal, sebanyak 80 peserta bertahan hingga tahap akhir dan selanjutnya akan menjalani sidang penentuan kelulusan.

Mengusung tema “Dialektika Cendekia: Berpikir Kritis, Berkarya Nyata”, kegiatan ini menjadi penutup rangkaian rekrutmen sekaligus evaluasi proses pembinaan calon anggota yang telah berlangsung selama satu bulan.

Acara tersebut dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., Founder LADEC Meisy Fajarani, S.H., M.H., Ketua Umum LADEC Hidayatul Mabruroh, Ketua Panitia Ahmad Putra Alfin, serta seluruh panitia Open Recruitment.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Ahmad Putra Alfin menjelaskan bahwa selama satu bulan pembinaan, peserta mendapatkan berbagai materi untuk mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan debat hukum. Materi tersebut meliputi teknik penulisan esai, strategi menjalankan peran pembicara pertama, kedua, dan ketiga dalam debat, serta penguatan pemahaman asas-asas hukum, qawaid fiqhiyyah, dan teori hukum.

Foto Para pegiat LADEC Fakultas Syariah UIN Malang bersama Wadek III (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Para pegiat LADEC Fakultas Syariah UIN Malang bersama Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Selain pembekalan materi, peserta juga mengikuti praktik debat atau sparring yang didampingi dua orang juri. Salah satu mosi yang diangkat adalah kegagalan negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Ahmad menambahkan, penentuan kelulusan peserta didasarkan pada sejumlah indikator, meliputi kehadiran, penyelesaian tugas, etika, loyalitas, serta keaktifan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan hasil penilaian dan sidang kelulusan, peserta dinyatakan lulus dan lulus bersyarat sesuai dengan hasil evaluasi masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum LADEC Hidayatul Mabruroh menyampaikan bahwa proses rekrutmen tidak hanya bertujuan menambah jumlah anggota, tetapi juga mempersiapkan kader yang memiliki kemampuan berpikir kritis, keterampilan argumentasi, penguasaan isu hukum, serta keberanian menyampaikan gagasan secara sistematis dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Law Debate Community (LADEC), Meisy Fajarani, S.H., M.H., memaparkan sejarah berdirinya LADEC, filosofi penamaan komunitas, serta berbagai prestasi yang telah diraih dalam mengharumkan nama Fakultas Syariah UIN Malang. Ia menegaskan bahwa LADEC sejak awal lebih mengutamakan kualitas anggota daripada kuantitas.

“LADEC tidak begitu menonjolkan kuantitas, tetapi lebih mengutamakan kualitas. Di sini, mahasiswa ditempa untuk memiliki kemampuan public speaking, menulis karya ilmiah secara profesional, serta dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi,” ungkapnya.

Menurut Meisy, rangkaian Open Recruitment yang berlangsung selama satu bulan menjadi proses kaderisasi untuk memperkenalkan budaya organisasi sekaligus mengembangkan kapasitas peserta. Dari 82 peserta pada tahap awal, sebanyak 80 peserta bertahan hingga tahap akhir untuk mengikuti sidang penentuan kelulusan berdasarkan loyalitas, kesungguhan, dan keaktifan selama proses pembinaan.

Ia juga menekankan bahwa seorang debater tidak cukup hanya memiliki kemampuan berargumentasi dan menulis, tetapi harus didukung etika, kepercayaan diri, serta penampilan yang profesional.

“Seorang debater tidak boleh hanya pandai berargumentasi dan menulis, tetapi juga harus memahami cara berpenampilan yang elegan. Sebab, sebelum berbicara, orang lain terlebih dahulu akan melihat penampilan kita,” tuturnya.

Foto Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., memberi sambutan dalam closing ceremony Open Recruitment LADEC 2026–2027, Minggu, 8 November 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)
Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., memberi sambutan dalam closing ceremony Open Recruitment LADEC 2026–2027, Minggu, 8 November 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syariah, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., mengapresiasi terselenggaranya Open Recruitment LADEC 2026–2027. Ia menegaskan bahwa bergabung dalam sebuah komunitas bukan sekadar memperoleh status sebagai anggota, tetapi juga mengemban tanggung jawab, menjaga komitmen, dan memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.

“Jangan sampai semangat hanya muncul saat proses rekrutmen, tetapi kemudian menghilang setelah resmi menjadi anggota. Justru setelah kegiatan ini ditutup, proses pembelajaran dan pengabdian yang sesungguhnya harus dimulai. Prestasi yang telah diraih LADEC Fakultas Syariah, baik di tingkat regional maupun nasional, harus terus ditingkatkan pada tahun 2027,” ujarnya.

Ia berharap seluruh anggota memiliki semangat untuk terus berkembang dan mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian prestasi LADEC sehingga semakin mengharumkan nama Fakultas Syariah UIN Malang.

Menurut Miftahul Huda, keberadaan LADEC harus diikuti dengan pengelolaan organisasi yang berkelanjutan, kualitas kaderisasi, aktivitas yang konsisten, serta prestasi yang membanggakan. Ia juga berpesan agar anggota baru tidak mudah menyerah dalam menjalani proses pembelajaran karena kemampuan seorang debater terbentuk melalui latihan yang konsisten, kemauan belajar, dan kesungguhan untuk terus berkembang.

“Mari kita jadikan LADEC sebagai kebanggaan Fakultas Syariah, tempat lahirnya mahasiswa yang cerdas, kritis, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui rangkaian Open Recruitment 2026–2027 ini, LADEC diharapkan mampu melahirkan kader-kader intelektual yang tidak hanya unggul dalam berargumentasi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan daya saing. Kehadiran anggota baru diharapkan semakin memperkuat budaya dialektika, meningkatkan prestasi mahasiswa, serta mengembangkan tradisi akademik di lingkungan Fakultas Syariah UIN Malang.

Tombol Google News

Tags:

Ladec Fakultas Syariah Uin Malang UIN Malang Fakultas Syariah Uin Malang Miftahul Huda Open Recruitment Ladec Uin Malang