KETIK, MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil pulang dengan membawa tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Anugerah Kampus Unggulan 2026 yang digelar oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur. Apresiasi luar biasa ini diserahkan secara langsung dalam acara Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada Senin, 22 Juni 2026 di Hotel Morazena, Surabaya.
Tidak tanggung-tanggung, ITN Malang berhasil memborong tiga piala untuk dibawa pulang yang mencakup berbagai lini vital pengelolaan kampus, yakni:
1. Peringkat 1: Perguruan Tinggi Penerima Program Hibah Hilirisasi Pendanaan Terbanyak
2. Peringkat 2: Perguruan Tinggi dengan Pengelolaan Laporan Kerja Sama Terbaik (Kategori Institut)
3. Peringkat 3: Perguruan Tinggi dengan Kualitas Pelaporan Terbaik (Kategori Institut)
Rektor ITN Malang, Awan Uji Kridmanto, ST., MT., PhD., turut senang dengan prestasi gemilang tersebut, ia menyatakan rasa syukur pada capaian ini. Menurutnya, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen kampus.
"Puji syukur, ITN Malang bisa membawa pulang tiga penghargaan sekaligus untuk hilirisasi riset, kerja sama, dan tata kelola pelaporan. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman di bidang tata kelola, LPKU (kerja sama), LPPM (riset), serta seluruh dosen, dan tenaga kependidikan yang sudah bekerja keras sampai kita mendapat pengakuan dari LLDikti. Ini awal sekaligus apresiasi yang sangat baik untuk memotivasi kita agar kedepannya jauh lebih baik lagi," ujar Awan pada Rabu, 24 Juni 2026.
Prestasi Pertama pada Hilirisasi Riset
Keberhasilan ITN Malang meraih peringkat 1 dalam hibah hilirisasi pendanaan terbanyak menjadi catatan emas tersendiri. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang, Martinus Edwin Tjahjadi, ST., MGeomSc., PhD., menyatakan capaian ini menjadi bukti nyata bahwa riset yang dilakukan oleh dosen ITN Malang benar-benar memiliki nilai tambah dan bisa diimplementasikan oleh industri serta masyarakat.
"Alhamdulillah, kerja keras bersama akhirnya tercapai, terutama untuk capaian hilirisasi ini. Selama ini, tantangan terbesar di banyak kampus adalah menjembatani hasil penelitian dosen agar berkesinambungan dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT)," jelas Edwin.
"Kami di LPPM terus membuka pintu pelayanan kapan saja, bahkan di luar jam kampus, demi memotivasi para dosen," tambahnya. Ia juga menambahkan target besar ke depan adalah mempertahankan posisi LPPM ITN Malang di Klaster Utama.
Kepercayaan Publik Kunci Utama Kerja Sama
ITN Malang juga menyabet posisi peringat 2 dalam tata kelola kerja sama yang membuktikan kuatnya jejaring eksternal kampus. Kepala Lembaga Pengembangan Kerjasama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Ir. Ardiyanto Maksimillianus Gai, ST., M.Si., MM., mengungkapkan bahwa tingginya kepercayaan publik, khususnya dari pemerintah daerah, dan pusat menjadi pendongkrak utama capaian ini.
"Mitra strategis saat ini datang dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Selain itu tidak sedikit sektor industri dan swasta yang terus membangun kerja sama kemitraan dengan ITN Malang. Kuncinya ada pada konsisten dengan setiap komitmen yang dibangun. Kami berupaya memberikan hasil yang berkualitas, dan berdampak kepada mitra dan institusi," tutur pria yang akrab disapa Ardy tersebut.
Dalam hal ini, LPKU turut memastikan setiap program yang didukung oleh roadmap internal kampus agar kerja sama tidak sekadar formalitas namun sustainable. Hasil dari kerja sama ini nantinya diturunkan menjadi bahan riset, pengabdian masyarakat dengan melibatkan mahasiswa serta dikonvensi menjadi bahan mengajar di kelas.
"Kerja sama ini adalah salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU). Harapan kami, institusi terus memberikan dukungan penuh agar tren positif ini terus naik dan membawa dampak baik untuk internal maupun eksternal," pungkasnya.
Penghargaan Kualitas Pelaporan Terbaik diberikan LLDIKTI VII dengan melihat konsistensi ITN Malang dalam menyajikan data akademik yang akurat, lengkap, dan tepat waktu melalui PDDikti dan sistem SISTER (beban kerja dosen). Sinkronisasi data yang rapi ini dinilai sangat mendukung peningkatan mutu layanan akademik secara nasional.(*)
.png)