Hari Pertama Sekolah di MTsN 1 Kota Malang Diwarnai Gerakan Ayah Mengantar Anak

13 Juli 2026 20:27 13 Jul 2026 20:27

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Hari Pertama Sekolah di MTsN 1 Kota Malang Diwarnai Gerakan Ayah Mengantar Anak

Seorang ayah mengantarkan putranya pada hari pertama masuk sekolah di MTsN 1 Kota Malang, Senin, 13 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMA) mulai menjadi budaya baru di MTsN 1 Kota Malang. Pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027, Senin, 13 Juli 2026, banyak ayah mengantarkan putra-putrinya ke sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Kepala MTsN 1 Kota Malang, Erni Qomaria Rida, M.Pd., mengatakan pihaknya turut mendukung implementasi Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMA). Bahkan, sebelum hari pertama sekolah, MTsN 1 Kota Malang telah menggelar kegiatan parenting dan sosialisasi tata tertib pada Sabtu, 11 Juli 2026. 

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 25 persen peserta yang hadir merupakan para ayah.

"Gerakan Ayah Mengantar Anak ini, sebelum tanggal 13, tepatnya tanggal 11, kami sudah mengundang orang tua untuk kegiatan parenting, menyamakan visi bagaimana kita semua mengantarkan anak-anak belajar di madrasah. Alhamdulillah, sekitar 25 persennya termasuk bapak-bapak atau ayah yang hadir," jelas Erni.

Menurutnya, antusiasme para ayah juga terlihat pada hari pertama masuk sekolah. Banyak ayah meluangkan waktu untuk mengantarkan putra-putrinya ke madrasah meski harus berangkat di tengah kesibukan pagi hari.

"Tadi kami juga melihat ayah-ayah sudah banyak yang mengantar ke madrasah. Ini merupakan bentuk kepedulian orang tua kepada anak-anaknya. Di saat pagi hari biasanya repot, tetapi ayah-ayah masih menyempatkan waktu untuk mengantarkan anak-anaknya," ujarnya.

Erni menilai, kehadiran ayah saat mengantar anak ke sekolah memiliki makna lebih dari sekadar mengantar. Menurutnya, anak membutuhkan sosok ayah sebagai panutan, teladan, sekaligus pelindung dalam kehidupan sehari-hari.

"Selama ini yang lebih sering mengantar adalah bundanya. Sekarang sudah mulai banyak ayah yang mengantar. Semoga ke depan semakin banyak ayah yang meluangkan waktu karena anak-anak membutuhkan sosok ayah sebagai panutan, teladan, dan pelindung," tuturnya.

Ia menambahkan, kedekatan antara ayah dan anak memang telah terjalin di rumah. Namun, momen sederhana seperti mengantar anak ke sekolah dapat memperkuat ikatan emosional sekaligus memberikan teladan positif bagi anak.

"Anak-anak butuh sosok ayah yang menjadi panutan, memberikan teladan, dan melindungi mereka. Ayah adalah figur yang ingin dicontoh oleh anak-anak," imbuhnya.

Menurut Erni, pelaksanaan GAMA pada tahun ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia melihat lebih banyak ayah yang datang mengantar anak hingga melepas mereka di gerbang sekolah. Bahkan, beberapa di antaranya mengabadikan momen tersebut melalui foto maupun video.

"Kalau tahun kemarin belum sebanyak sekarang. Alhamdulillah, di hari pertama ini banyak sekali ayah yang mengantar sampai melepas anak di pintu gerbang. Ada yang memotret, ada juga yang merekam video karena merasa bangga melihat anaknya kembali masuk sekolah setelah libur panjang," ungkapnya.

Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMA) diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial pada hari pertama sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi budaya yang memperkuat peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak serta memberikan semangat bagi mereka dalam menempuh pendidikan.

Tombol Google News

Tags:

Gama Pendidikan Malang Kota Malang MTsn 1 malang Erni Qomaria Rida Gerakan Ayah Mengantar Anak