KETIK, MALANG – Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkuat kualitas akademik melalui publikasi ilmiah, kolaborasi internasional, hingga pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PTB UM dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.
Kepala Program Studi PTB UM, Ir. Muhammad Aris Ichwanto, S.Pd., M.A., Ph.D., menegaskan bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya berfokus pada kelulusan akademik semata, tetapi juga pembentukan portofolio dan kompetensi profesional sejak awal perkuliahan. Karena itu, mahasiswa dibekali pelatihan, pengalaman belajar, hingga sertifikasi internasional guna memperkuat daya saing di dunia kerja.
“Kami berkomitmen tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga membentuk portofolio mahasiswa. Hal ini kami buktikan melalui berbagai dorongan publikasi artikel dan dukungan pemerolehan perlindungan karya melalui HKI (Hak Kekayaan Intelektual),” ujar Aris.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui berbagai kerja sama strategis dengan mitra akademik maupun industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. PTB UM diketahui menjalin kolaborasi dengan sejumlah universitas di Malaysia melalui program pertukaran pelajar hingga pengujian skripsi lintas perguruan tinggi.
Kolaborasi internasional itu dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan capaian akademik mahasiswa. Selain aktif membangun jejaring global, PTB UM juga konsisten menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi bergengsi di bidang Teknik Sipil.
Tak hanya itu, program studi ini turut menggandeng industri nasional dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam penyusunan buku ajar pemasangan batu bata dan lantai bangunan yang disesuaikan dengan standar industri.
“Kami bekerja sama dengan pihak industri nasional dalam pembuatan buku ajar berkaitan dengan pemasangan batu bata dan pemasangan lantai untuk bangunan industri maupun tempat tinggal,” jelas Aris.
Menariknya, PTB UM juga menjadi satu-satunya program studi di lingkungan UM yang memiliki E-Sport Club. Organisasi tersebut dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi internasional sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar bidang akademik.
Berbagai inovasi dan kolaborasi tersebut semakin menegaskan fokus PTB UM dalam pengembangan riset dan pendidikan berbasis kemitraan. Menurut Aris, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus perkembangan global.
Melalui berbagai langkah tersebut, PTB UM menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membangun karakter, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.
Upaya PTB UM ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Perluasan publikasi ilmiah, penguatan kolaborasi internasional, hingga pengembangan kompetensi nonakademik mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun pendidikan tinggi yang progresif, inklusif, dan berdaya saing global.(*)
