KETIK, MALANG – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) menyelenggarakan seminar Pelatihan Desain Grafis yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Malang pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang belajar dan diskusi bagi generasi muda dalam memicu kreativitas menciptakan karya grafis.
Banyaknya kampus membuat Kota Malang lekat dengan julukan kota pendidikan. Hal ini memicu rutinnya kegiatan pengembangan mahasiswa di setiap perguruan tinggi, salah satunya lewat pelatihan desain grafis oleh DPM Unitri.
Pelatihan ini tidak sekadar memaparkan teori tentang pentingnya karya grafis di berbagai sektor industri saat ini, tetapi juga mengupas tuntas tips dan trik praktis untuk memantik kreativitas dalam mendesain.
Di era digital, keterampilan menciptakan karya visual telah menjadi kebutuhan pokok. Kebutuhan terhadap kompetensi desain grafis ini pun terus meningkat, baik untuk skala organisasi mahasiswa maupun industri profesional.
Terlebih, karya grafis kini bukan hanya alat pemasaran produk, melainkan juga representasi identitas sebuah organisasi, komunitas, hingga industri.
Sebab itulah, acara ini didesain sebagai ruang temu bagi mahasiswa di Malang yang berminat mendalami dunia visual. Antusiasme peserta terlihat dari latar belakang mereka yang tidak hanya berasal dari internal Unitri, melainkan juga dari berbagai fakultas dan kampus lain di Malang.
Agar materi yang disampaikan tidak menguap begitu saja, panitia memberikan sesi praktik langsung. Setelah mendapatkan bekal teori dari narasumber, para peserta diminta langsung mengeksekusi karya desain mereka sendiri.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yakni Salman Julianto Mahua selaku Pengelola dan Tim Kreatif Rendezvous Kalimetro, serta Muhammad Ali Fathir yang merupakan Graphic Designer Ketik.com Media Kolaborasi Indonesia.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat membawa pulang ilmu baru, membagikannya ke organisasi masing-masing, serta terus mengasah kemampuan personal mereka.
"Semoga harapannya DPM dari Komisi Kominfo, harapannya supaya membawa dampak terbaik untuk anak-anak yang sudah ikut dalam pelatihan desain grafis ini. Semoga bisa mengembangkan ilmunya kepada organisasi yang dia miliki ataupun kesehariannya untuk pelatihan desain grafis," ujar Sofian selaku Sekretaris Pelaksana Pelatihan Desain Grafis.
Sofian pun berharap pelatihan serupa bisa kembali digelar tahun depan dengan konsep yang lebih berkembang. Dengan begitu, kompetensi dan kreativitas mahasiswa dapat terus diasah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum DPM Unitri, Yohanes, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan program perdana mereka. Langkah ini diambil karena ia melihat keresahan atas minimnya kreativitas dan pemahaman estetika dalam pembuatan karya grafis saat ini.
"Ini salah satu terobosan baru, kita melihat memang masih minim untuk masalah desain, jadi kita lebih untuk memaksimalkan," ungkap Yohanes.
"Harapannya acara ini semua teman-teman mahasiswa bisa mengimplementasikan apa yang mereka dapatkan," tambahnya.(*)
