Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Rawat Ingatan dan Bersamai Perjuangan Keluarga Korban

1 Oktober 2026 21:05 1 Okt 2026 21:05

Nurul Aliyah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Rawat Ingatan dan Bersamai Perjuangan Keluarga Korban

Manajemen Arema FC menggelar khataman Al-Qur'an dan tahlil untuk mengenang 4 tahun Tragedi Kanjuruhan pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Foto: Media Officer Arema FC)

KETIK, MALANG – Dalam rangka mengenang empat tahun Tragedi Kanjuruhan, manajemen Arema FC kembali menggelar agenda rutin tahunan Khataman Al-Qur'an dan Tahlil di Kandang Singa, Klojen, Kota Malang, pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan spiritual yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran direksi, staf klub, ustaz dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing, serta warga di sekitar Kandang Singa.

Peringatan ini dihadiri pula oleh pimpinan manajemen Singo Edan, antara lain Chief Business and Commercial Officer (CBO) Irma Prianti, Manajer Operasional Sudarmaji, Club Match Organizer Chairman (CMOC)/Ketua Panpel Hady Sulton, Head of Store Arema FC Tjiptadi Purnomo, serta Club Media Officer (CMO) Erfani.

Keikutsertaan seluruh elemen ini mempertegas komitmen kolektif keluarga besar Arema FC untuk merawat ingatan sekaligus membersamai perjuangan keluarga korban.

Pada momentum peringatan tahun keempat ini, manajemen Arema FC menyampaikan bahwa gugurnya 135 jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 merupakan duka mendalam yang tak akan pernah pupus dari sejarah dan ingatan klub.

Melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an dan tahlil, keluarga besar Arema FC berupaya mengetuk pintu langit dan memanjatkan doa agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta wafat dalam keadaan husnul khatimah.

“Doa terbaik juga kita panjatkan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan dan kekuatan,” ujar Sudarmaji dalam sambutannya.

Bagi manajemen, peringatan empat tahun Tragedi Kanjuruhan bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan ruang refleksi diri yang sakral untuk terus berbenah secara profesional di segala lini.

“Utamanya peningkatan aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Arema FC menegaskan kembali komitmen bahwa tidak ada sepak bola yang seharga dengan nyawa manusia, dan nilai kemanusiaan harus selalu diletakkan di atas segalanya,” pungkasnya.

Sudarmaji turut menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya kepada para ustaz, sesepuh, warga sekitar, serta seluruh karyawan yang telah meluangkan waktu untuk berdoa bersama. (*)

Tombol Google News

Tags:

Arema FC Manajemen Arema Fc Tragedi Kanjuruhan Kandang Singa arema malang