RSUD Dr. Saiful Anwar Kembangkan "Semakin Imut", Inovasi AI untuk Tingkatkan Mutu Layanan IGD

6 Agustus 2026 11:01 6 Agt 2026 11:01

Shilfina Hidayah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail RSUD Dr. Saiful Anwar Kembangkan "Semakin Imut", Inovasi AI untuk Tingkatkan Mutu Layanan IGD

Dr. Hartadi Tanjoyo, Sp.Em, Dokter IGD sekaligus Tim Inovator Semakin Imut, saat memaparkan Sistem Informasi Asuhan Keperawatan dan Indikator Mutu. (Foto: HUMAS RSSA Malang)

KETIK, MALANG – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang menghadirkan inovasi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) bertajuk "Semakin Imut", kepanjangan dari Sistem Informasi Asuhan Keperawatan dan Indikator Mutu.

Inovasi ini dikembangkan untuk meningkatkan kepatuhan klinis, efisiensi pelayanan, serta transparansi komunikasi dengan pasien.

Selama ini, IGD RSSA menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari risiko variasi penanganan klinis, kendala efisiensi waktu pelayanan atau Length of Stay (LOS) yang melebihi 6 jam akibat keterbatasan sistem notifikasi respons Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), hingga belum optimalnya komunikasi otomatis kepada keluarga pasien yang berpotensi memicu ketidakpuasan.

Digitalisasi administrasi dasar melalui aplikasi Semakin Imut yang diinisiasi sejak 2020 ini masih butuh pengembangan sistem yang lebih responsif dan terintegrasi untuk mendukung kepatuhan medis serta indikator mutu pelayanan secara real-time.

Dokter IGD sekaligus Tim Inovator Semakin Imut, dr. Hartadi Tanjoyo, Sp.Em, menjelaskan bahwa inovasi ini berkembang bertahap.

"Inovasi ini dimulai dari fase inisiasi E-Rekam Medik pada 2020–2022, ekspansi fitur dan integrasi SIMRS pada 2023–2025, hingga memasuki fase akselerasi penuh berbasis AI pada 2026," terangnya.

Sejumlah fitur unggulan yang dihadirkan antara lain Smart Clinical Checklist (Dynamic PPK Checklist) untuk panduan klinis real-time, Smart Reminder berupa notifikasi otomatis via WhatsApp/email bagi DPJP untuk memantau pasien dengan LOS di atas 6 jam, serta Voice Announcer untuk pemanggilan dan otomatisasi informasi layanan kepada keluarga pasien.

Inovasi ini juga telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSSA sehingga memperkuat koordinasi antardisiplin tenaga kesehatan, mulai dari PPA, PPDS, MOD, hingga perawat.

Dampaknya, kepatuhan terhadap SOP dan Panduan Praktik Klinis (PPK) meningkat, waktu tunggu pasien berkurang, beban kerja operasional staf lebih ringan, serta transparansi layanan dan kepuasan pasien beserta keluarga turut meningkat.(*)

Tombol Google News

Tags:

RSSA Malang Hartadi Tanjoyo Dokter Igd Rssa Info Rssa