KETIK, MALANG – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar forum diskusi Cangkrukan Ekonomi Pancasila di NK Cafe, Kabupaten Malang, Rabu, 5 Agustus 2026. Mengusung tema "Panggung UMKM Rakyat: Solusi Missing Link UU Cipta Kerja dengan Peraturan Perundangan Perpajakan UMKM", kegiatan ini dihadiri Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz.
Turut hadir Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, jajaran akademisi, pejabat pemerintah, hingga para pelaku usaha. Tak sekadar diskusi, forum ini juga diramaikan bazar produk lokal yang diikuti oleh Gantara Ansor, Muslimat NU Ranting Ampeldento, Fatayat NU Ranting Ampeldento (FANURA), serta belasan pelaku UMKM lainnya.
Dalam sambutannya, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan silaturahmi.
"Inti dari cangkrukan adalah kebersamaan, silaturahim. Sekarang ini kita cangkrukan mengenai Ekonomi Pancasila dan UMKM, jadi cocok yang bicara NU," ujarnya.
Gus Kikin menilai UMKM merupakan bentuk usaha yang lahir dari perjuangan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Berbeda dengan usaha besar yang telah mapan, pelaku UMKM harus terus berjuang agar usahanya tetap berjalan.
"Harus ada pembinaan secara khusus. Perpajakan juga seharusnya dibedakan dengan usaha menengah ke atas," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Gus Kikin mengajak seluruh pihak untuk terus membangun ukhuwah dalam mengembangkan perekonomian masyarakat.
"Kalau kita sama-sama membangun ukhuwah, maka Allah akan ridha. Kalau Allah sudah mengulurkan bantuan-Nya, insyaallah apa pun akan bisa teratasi," pungkasnya.
Rangkaian pembukaan acara ditutup dengan penyerahan buku Ekonomi Pancasila karya Dr. Djoni Sudjatmoko. Karya literatur ini sekaligus menjadi pemantik utama lahirnya gagasan Cangkrukan Ekonomi Pancasila pada gelaran tahun ini. (*)
