KETIK, MALANG – Warga Kota Malang masih dibikin pusing dengan antrean panjang untuk mengisi bensin di berbagai SPBU. Namun menurut keterangan dari Pemerintah Kota Malang, justru tidak ada kelangkaan BBM di masyarakat.
Keluhan dirasakan oleh Mitha (38) warga Sukun yang sudah berjam-jam mengantre hingga 1 jam lebih di SPBU Mergan dari 08.15-09.00 WIB. Bahkan sebelumnya, pada 15 Oktober 2026 malam ia juga mengantre di SPBU Sukun sejak pukul 22.00-23.30 WIB.
"Di Mergan ini saya antre hampir 1 jam juga. Saya mikir gimana orang yang mau beraktivitas, bekerja, pasti terganggu sekali. Kebetulan saya masih nanti siang kerjanya jadi bisa antre bensin," ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.
Menurutnya, antrean SPBU yang memanjang ini sangat merugikan masyarakat. Ia berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Kami berharap sangat kepada pemerintah pusat atau daerah. Ada penyelesaian secepatnya, agar aktivitas kami tidak terganggu. Pembelian bensin bisa kembali normal secepatnya, sehingga pekerja online yang membutuhkan tidak terganggu," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut permintaan masyarakat terhadap pertalite cenderung meningkat hingga 11 persen. Sedangkan untuk pertamax, terjadi penurunan permintaan sekitar 50 persen.
"Kami cek langsung di SPBU Mergan memang pembeli kecenderungan di pertalite karena selisih harga sedikit jauh dengan pertamax. Akhirnya, antrean pertalite ada sedikit panjang," ujar Wahyu.
Kendati demikian, Wahyu menegaskan stok pertalite cenderung aman, begitu pula dengan distribusi yang masih berjalan normal. Menurutnya akibat perubahan harga, masyarakat cenderung beralih ke pertalite yang lebih terjangkau.
"Tetapi yang menjadi penekanan bersama, kami juga melihat stok pertalite aman, tidak ada kelangkaan. Pola distribusinya juga berjalan normal," ungkapnya.
Wahyu juga membantah adanya kelangkaan BBM, mengingat banyak masyarakat yang mengisi tangki hingga penuh. Ia juga meminta agar masyarakat tidak panik dengan isu kelangkaan BBM.
"Tidak ada istilah kelangkaan terkait dengan BBM, semua normal. Jadi, kami sampaikan kepada masyarakat Kota Malang, tidak usah gelisah terkait dengan isu kelangkaan BBM dan lain-lain," pungkasnya.(*)
