Universitas Brawijaya Jadi Lokasi Syuting Film 3726 MDPL, 25 Mahasiswa Ikut Magang

7 Agustus 2026 10:40 7 Agt 2026 10:40

Hanifuddin Musa, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Universitas Brawijaya Jadi Lokasi Syuting Film 3726 MDPL, 25 Mahasiswa Ikut Magang

Dekan FBIPK Universitas Brawijaya Prof. Mangku Purnomo menjelaskan lokasi syuting film 3726 MDPL kepada Rektor UB Prof. Widodo pada pembukaan proses produksi di kampus. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, MALANG – Suasana Universitas Brawijaya (UB) tampak berbeda dari biasanya pada Rabu, 5 Agustus 2026. Jika pada hari-hari biasa kawasan kampus dipenuhi aktivitas akademik, pagi itu sejumlah sudut UB berubah menjadi ruang kreatif dengan hiruk pikuk produksi film.

Kamera berdiri di berbagai titik, kru membawa perlengkapan syuting, sementara aktor dan tim produksi hilir mudik mempersiapkan adegan. Ada apa? Ternyata, selama beberapa hari, lingkungan kampus UB menjadi bagian dari proses produksi film 3726 MDPL garapan sutradara Fajar Bustomi.

UB tidak sekadar menjadi latar cerita. Keterlibatan kampus dalam produksi film tersebut menjadi pintu kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri kreatif nasional. Mahasiswa pun dapat melihat sekaligus merasakan secara langsung bagaimana sebuah film profesional diproduksi.

Proses produksi diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK) UB Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., jajaran pimpinan universitas, tim Falcon Pictures, kru produksi, serta mahasiswa yang terlibat.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 18 hari dengan memanfaatkan sejumlah lokasi, di antaranya Gedung Rektorat, ruang kelas, Kantin FBIPK, Kantin CL, taman kampus, hingga kawasan UB Forest.

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Setiap sudut kampus dianggap mampu menghadirkan suasana kehidupan mahasiswa yang autentik dan mendukung alur cerita film yang diadaptasi dari novel 3726 MDPL.

Foto Proses produksi film 3726 MDPL di Universitas Brawijaya (UB) Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)Proses produksi film 3726 MDPL di Universitas Brawijaya (UB) Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)

Film tersebut mengangkat kisah perjalanan mahasiswa yang dibalut persahabatan, perjuangan meraih mimpi, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat konservasi. Latar akademik dan nuansa alam yang dimiliki UB dinilai selaras dengan cerita yang ingin ditampilkan.

Rektor UB Prof. Widodo menyambut positif kepercayaan yang diberikan Falcon Pictures kepada Universitas Brawijaya. Menurutnya, keberadaan kampus tidak hanya terbatas sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat menjadi ruang berkembangnya kreativitas dan inovasi melalui berbagai bentuk kolaborasi.

"Saya sangat senang melihat anak-anak muda Indonesia yang bersemangat menghasilkan karya terbaik. Film bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pendidikan yang dapat membangun visi dan semangat generasi muda untuk ikut membangun bangsa," ujar Prof. Widodo.

Ia menilai industri perfilman memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan pendidikan kepada masyarakat. Karya kreatif, kata dia, dapat menjadi media yang menginspirasi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif bagi generasi muda.

"Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk calon pemimpin bangsa," katanya.

Sementara itu, Dekan FBIPK UB Prof. Mangku Purnomo menjelaskan bahwa pemilihan kawasan FBIPK dan UB Forest berkaitan erat dengan karakter utama dalam cerita 3726 MDPL.

Dalam novel tersebut, tokoh utama digambarkan sebagai mahasiswa kehutanan yang memiliki kecintaan terhadap alam, kepedulian terhadap konservasi, serta kegemaran mendaki gunung.

Karakter tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan lingkungan akademik FBIPK dan kawasan UB Forest yang kaya akan lanskap alami.

"Ketika tim Falcon Pictures melakukan survei lokasi, mereka melihat lingkungan di sini sangat sesuai dengan kebutuhan cerita. Karena itu, kawasan FBIPK dan UB Forest dipilih sebagai bagian dari lokasi pengambilan gambar," kata Prof. Mangku.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti setelah proses produksi film selesai. Menurutnya, kolaborasi dengan industri kreatif dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih luas antara perguruan tinggi dan dunia profesional.

Bagi sutradara 3726 MDPL, Fajar Bustomi, proses produksi di Universitas Brawijaya memberikan pengalaman tersendiri. Ia mengaku terkesan dengan atmosfer akademik serta luasnya kawasan kampus yang mendukung kebutuhan cerita.

Fajar mengatakan dirinya mulai mengenal UB lebih dekat setelah mendalami novel yang menjadi dasar film tersebut. Saat melakukan survei lokasi, ia menemukan banyak elemen kampus yang sesuai dengan gambaran cerita.

Baginya, sebuah film tidak pernah lahir dari kerja satu orang, melainkan hasil kolaborasi banyak pihak.

"Film adalah karya kolaboratif. Ketika kami syuting di Universitas Brawijaya, artinya 3726 MDPL juga menjadi karya Universitas Brawijaya, bukan hanya karya saya," ujar Fajar.

Kolaborasi ini juga menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa UB untuk terlibat langsung dalam industri perfilman. Melalui program magang yang dibuka melalui kanal resmi universitas, sekitar 500 mahasiswa mengikuti proses seleksi dengan mengirimkan CV dan portofolio.

Setelah melalui tahap seleksi administrasi dan workshop, sebanyak 25 mahasiswa terpilih mengikuti program magang bersama Falcon Pictures. Mereka menjalani magang pada 5–21 Agustus 2026 dan ditempatkan di 12 divisi produksi.

Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknis produksi film, tetapi juga memahami bagaimana sebuah proyek besar dikelola, mulai dari koordinasi antarbagian, manajemen produksi, hingga proses syuting di lapangan. (*)

Tombol Google News

Tags:

Film 3726 Mdpl Universitas Brawijaya Sutradara Fajar Bustomi Prof Widodo Fajar Bustomi 3726 Mdpl Mangku Purnomo Falcon Pictures