KETIK, LEBAK – Potensi budidaya ikan air tawar, khususnya ikan mas, di Kabupaten Lebak, Banten, dinilai masih cukup besar. Dinas Perikanan Kabupaten Lebak mencatat terdapat sekitar 2.177 pembudidaya ikan mas yang tersebar di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, mengatakan angka tersebut masih merupakan data sementara dan akan dilakukan verifikasi serta pemutakhiran untuk memastikan kondisi terkini para pembudidaya.
“Berdasarkan data yang tersedia, diperkirakan sekitar 2.177 pembudidaya ikan mas di Kabupaten Lebak. Sebaran pembudidaya ikan mas terdapat di wilayah Cibeber, Cilograng, Bayah, Malingping, dan Muncang. Ke depan data tersebut akan diverifikasi kembali untuk memastikan kondisi pembudidaya yang masih aktif,” ujar Denny Iskandar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/9/2026).
Denny menjelaskan, kondisi geografis dan ketersediaan sumber daya air menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kegiatan budidaya ikan mas di Kabupaten Lebak. Sejumlah wilayah memiliki sumber air yang relatif baik dan mengalir sehingga mendukung usaha budidaya ikan air tawar.
“Faktor utama yang mendukung budidaya ikan mas di wilayah tersebut adalah ketersediaan sumber air yang relatif baik dan mengalir, serta kondisi lingkungan yang mendukung kegiatan budidaya ikan air tawar,” ungkapnya.
Meski memiliki potensi, pengembangan budidaya ikan mas di Kabupaten Lebak masih menghadapi sejumlah persoalan. Biaya pakan yang tinggi menjadi salah satu beban bagi pembudidaya, ditambah risiko penyakit ikan dan tantangan dalam memasarkan hasil produksi.
“Tantangan utama pembudidaya antara lain tingginya biaya pakan, risiko penyakit ikan, serta pemasaran hasil produksi,” ujar Denny.
Di sisi lain, Dinas Perikanan Kabupaten Lebak hingga saat ini belum memiliki program yang secara khusus ditujukan untuk komoditas ikan mas. Namun, pemerintah daerah tetap memberikan pembinaan terhadap sektor perikanan budidaya secara umum.
“Saat ini belum terdapat program yang secara khusus diperuntukkan bagi komoditas ikan mas.
Akan tetapi ada dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk budidaya ikan darat tematik untuk komoditas lele dan nila.
Setiap desa dimohon dapat mengusulkan usulan proposal kegiatan budidaya ikan darat tematik ke KKP.
“Kami optimistis budidaya ikan air tawar, termasuk ikan mas, lele dan nila memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Lebak dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat pembudidaya,” pungkas Denny.(*)
