Cerita Pedagang Tahu di Rangkasbitung, Jualan hingga Malam Hanya Cukup untuk Makan

20 Oktober 2026 21:40 20 Okt 2026 21:40

Abdul Kohar

Editor
Thumbnail Cerita Pedagang Tahu di Rangkasbitung, Jualan hingga Malam Hanya Cukup untuk Makan

Suasana Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Selasa (20/10/2026) malam. Sejumlah pedagang kaki lima masih berjualan di tepi jalan di tengah aktivitas masyarakat yang relatif lengang. (Foto: Abdul Kohar/Ketik com).

KETIK, LEBAK – Suasana malam di Jalan Sunan Kalijaga, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, tampak relatif lengang pada Selasa 20 Oktober 2026.

Di antara lapak pedagang kaki lima yang masih buka, sejumlah pedagang tetap bertahan menjajakan dagangan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi pedagang kecil, waktu berjualan yang panjang tidak selalu berbanding lurus dengan penghasilan. Mereka harus menghadapi pembeli yang tidak menentu, sementara harga bahan baku terus menjadi beban.

Feri (36), pedagang tahu Crispy goreng di kawasan tersebut, merasakan kondisi itu setiap hari. Ia mulai berjualan sejak sore dan baru selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari berjualan selama beberapa jam, Feri mengaku uang yang terkumpul bisa mencapai sekitar Rp 300.000 - 400.000

"Dimulai dari sore sampai jam 11 malam, paling uang yang terkumpul habis jualan sekitar Rp 300 - 400 ribu," kata Feri.

Meski demikian, nominal itu bukan pendapatan bersih. Sebagian besar harus kembali digunakan untuk membeli bahan baku dan kebutuhan operasional.

Feri mengaku penghasilannya selama ini hanya cukup untuk kebutuhan pokok.

"Alhamdulillah, hanya bisa untuk makan saja. Untuk yang lainnya tidak mungkin," ujarnya.

Selain pembeli yang tidak selalu ramai, Feri juga mengeluhkan harga bahan dagangan yang semakin mahal. Kenaikan harga bahan baku membuat pedagang kecil harus lebih cermat mengatur modal agar usaha tetap berjalan.

Bagi pedagang dengan perputaran uang harian terbatas, perubahan harga bahan baku sangat memengaruhi pendapatan yang dibawa pulang. Modal harus tersedia untuk berjualan kembali keesokan hari, sedangkan kebutuhan rumah tangga tidak dapat ditunda.

Malam itu, aktivitas perdagangan di Jalan Sunan Kalijaga tetap berlangsung di tengah suasana jalan yang relatif sepi. Pedagang tetap menunggu pembeli, berharap dagangan yang disiapkan sejak sore dapat terjual.

Bagi Feri, bertahan berjualan bukan semata soal memperoleh uang. Ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi dan modal usaha yang perlu dijaga agar ia dapat kembali berjualan keesokan harinya. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Pedagang Kaki Lima Lebak Jalan Sunan Kalijaga Rangkasbitung Pedagang Tahu Goreng UMKM Lebak Harga Bahan Baku Naik Kabupaten Lebak Banten