Imam Wihdan Zarkasyi Jadi Nakhoda Baru Orado Kota Kediri 2026-2030, Fokus Cetak Atlet dan Hapus Stigma Negatif Judi

3 Agustus 2026 07:40 3 Agt 2026 07:40

Angga Prasetya, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Imam Wihdan Zarkasyi Jadi Nakhoda Baru Orado Kota Kediri 2026-2030, Fokus Cetak Atlet dan Hapus Stigma Negatif Judi

Kegiatan musyawarah kota pengurus ORADO Kota Kediri untuk masa bhakti 2026-2030 (Foto: Angga/Ketik.com)

KETIK, KEDIRI – Iman Wihdan Zarkasyi resmi memegang nahkoda baru sebagai Ketua Pengurus Kota Olahraga Domino Nasional (Orado) Kota Kediri periode 2026-2030.

Imam terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota Orado di Gedung Pertemuan Harmoni, Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri, Minggu malam, 2 Agustus 2026.

Usai terpilih, pria yang juga anggota DPRD Kota Kediri itu menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan baru sesuai arahan Pengurus Provinsi Orado Jawa Timur dan KONI Kota Kediri.

Menurutnya, Orado harus berkembang sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus mampu menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino.

"Kami berharap Orado di Kota Kediri bisa tumbuh menjadi olahraga prestasi yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat," jelasnya.

"Karena Orado ini berbasis permainan domino, ada stigma-stigma yang harus kita tutup dan harus kita kembangkan sisi positifnya dalam rangka membangun olahraga ini menjadi olahraga prestasi," kata Imam.

Imam menjelaskan, pengembangan Orado akan difokuskan pada pembinaan usia muda melalui sekolah, perguruan tinggi, hingga organisasi kepemudaan di tingkat masyarakat.

Selain itu, untuk mengenalkan kepada masyarakat luas, ia berkomitmen untuk terus mensosialisasikan olahraga yang sudah masuk naungan KONI pusat secara masif.

"Kami punya rencana untuk lebih aktif bergerak di kelompok muda karena kita ingin olahraga ini memiliki pembinaan berjenjang berdasarkan kelompok umur," Imam menambahkan.

"Jadi kita akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah, UKM mahasiswa, karang taruna, kelompok pemuda di lingkungan RT/RW, hingga organisasi masyarakat yang memiliki keinginan mengembangkan olahraga ini," lanjutnya.

Ia optimistis Orado dapat menjadi cabang olahraga yang mampu menyumbangkan prestasi bagi Kota Kediri. Terlebih jika nantinya resmi dipertandingkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

"Kita punya amanat bahwa pada 2027 Orado diharapkan bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan. Jika itu terwujud dan Kota Kediri siap, tentu harapan kami Orado Kota Kediri bisa menyumbangkan medali bagi Kota Kediri," pungkasnya.

Sementara itu, Pengurus Provinsi Orado Jawa Timur, Hendra Prayogi, menilai tantangan terbesar Orado saat ini adalah mengubah persepsi masyarakat yang masih mengaitkan domino dengan praktik perjudian.

Menurutnya, pembinaan yang terstruktur dan prestasi atlet menjadi kunci untuk mengubah stigma tersebut.

"Kita tahu sampai hari ini masih ada masyarakat yang menganggap domino identik dengan perjudian. Tapi itulah stigma yang harus menjadi tantangan bersama," katanya.

"Di sisi lain, domino merupakan permainan yang sudah sangat dikenal masyarakat dari tingkat RT, RW, desa hingga kecamatan. Artinya kita tidak kesulitan untuk melakukan sosialisasi olahraga ini," jelas Hendra.

Hendra menambahkan, Orado Jawa Timur kini telah menjadi bagian dari organisasi olahraga yang diakui secara nasional dan tengah memperkuat kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.

Karena itu, ia berharap Orado Kota Kediri segera melakukan konsolidasi organisasi dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Kami berharap Orado Kota Kediri bisa berkembang dengan baik. Pembinaan atlet, penguatan organisasi, serta pemanfaatan media sosial menjadi hal penting agar olahraga domino semakin dikenal masyarakat secara positif," pungkasnya.

Dukungan juga datang dari Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko. Ia menekankan pentingnya pembinaan berjenjang dan proses seleksi atlet agar Orado mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di masa mendatang.

"Pembinaan harus dimulai sejak dini. Dari banyaknya peserta yang ikut, nanti akan terseleksi atlet-atlet terbaik yang bisa dibina secara serius hingga menjadi atlet berprestasi," kata Koko sapaan akrabnya.

"Semakin banyak masyarakat yang mengenal dan memainkan olahraga ini secara benar, semakin mudah pula menemukan bibit-bibit atlet potensial," terangnya.

Untuk diketahui, musyawarah kota tersebut dipimpin Bagus Wibowo sebagai ketua sidang, Muhammad Isnan sebagai sekretaris, serta Yudi Purwoko sebagai anggota.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Pengurus Provinsi Orado Jawa Timur dan KONI Kota Kediri hingga Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Kota Kediri, Kurniawan, bersama sejumlah pegiat olahraga kota setempat.

Pasca terpilih, Imam diberi amanat bersama tim formatur untuk menyusun kepengurusan lengkap Orado Kota Kediri dalam waktu 14 hari ke depan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Koni kota Kediri Olahraga Domino Nasional orado Imam Wihdan Zarkasyi dprd kota Kediri Siwo Kota Kediri PWI Kediri Raya Pemkot Kediri