Jombang Eco Creative Jadi Momentum Bangun Budaya Peduli Lingkungan

27 Juni 2026 20:41 27 Jun 2026 20:41

Syaiful Arif, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Jombang Eco Creative Jadi Momentum Bangun Budaya Peduli Lingkungan

Bupati Jombang Warsubi (ketiga kiri), Sekda Jombang Agus Purnomo (kedua kiri) serta kepala dinas lingkungan hidup Miftahul Ulum (ketiga kanan) memberikan piagam penghargaan saat pembukaan jombang ECO creative di kebon ratu Jombang, Sabtu 27 Juni 2026.(Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Jombang tahun ini dikemas berbeda. Melalui kegiatan Jombang Eco Creative, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak hanya menggelar berbagai lomba bertema lingkungan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para pejuang kebersihan yang selama ini bekerja di balik layar.

Dalam kegiatan tersebut, lima petugas kebersihan beruntung menerima hadiah umrah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga kebersihan Kabupaten Jombang.

Bupati Jombang Warsubi mengatakan, tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Dampak krisis iklim mulai dirasakan, mulai dari menurunnya ketersediaan air, terganggunya sektor pertanian, hingga meningkatnya ancaman bencana seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan kebakaran lahan.

"Krisis iklim harus dihadapi dengan langkah-langkah konkret yang inovatif, dilakukan secara konsisten, serta didukung kolaborasi seluruh pemangku kepentingan," ujar Warsubi saat membuka Jombang Eco Creative di Taman Kebon Ratu, Sabtu, 27 Juni 2026.

Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Dunia usaha, lembaga pendidikan hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kelestarian alam.

Ia mengajak masyarakat membangun budaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle melalui kebiasaan sederhana, seperti menghemat penggunaan listrik dan air, menanam pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, serta membiasakan memilah dan mengelola sampah dengan baik.

Warsubi juga menilai pendidikan lingkungan harus terus diperkuat melalui Program Adiwiyata agar mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan sejak usia sekolah.

Dalam kesempatan itu, Warsubi memberikan penghormatan khusus kepada para kader lingkungan dan petugas kebersihan yang selama ini menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di Kabupaten Jombang.

"Panjenengan semua adalah pahlawan sunyi (silent heroes) Jombang. Tanpa lelah dan tanpa pamrih terus berada di garis depan mengedukasi masyarakat, menggerakkan pemilahan sampah, menghijaukan lingkungan, dan menjaga Jombang tetap bersih serta lestari," katanya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak mungkin mampu menjaga lingkungan sendirian tanpa dukungan masyarakat dan seluruh pegiat lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, menjelaskan bahwa Jombang Eco Creative merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang telah berlangsung selama beberapa pekan.

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang mengawali kegiatan dengan aksi bersih-bersih di Pasar Ploso. Puncaknya diisi berbagai kompetisi yang melibatkan komunitas lingkungan, sekolah, hingga masyarakat umum.

"Mulai lomba yel-yel, inovasi lingkungan, lomba video kreatif, hingga fashion show berbahan pakaian daur ulang sampah. Ini menjadi ruang bagi para pegiat lingkungan untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengedukasi masyarakat," ujar Ulum.

Ia menambahkan, pemberian hadiah umrah kepada lima petugas kebersihan merupakan kebijakan Bupati Jombang sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.

Menurut Ulum, penghargaan tersebut juga menjadi tindak lanjut setelah Kabupaten Jombang memperoleh pengakuan sebagai salah satu daerah menuju kota bersih pada awal tahun ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas kebersihan yang setiap hari bekerja di lapangan menjaga kebersihan Jombang. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi mereka," katanya.

Ulum berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada seremoni semata. Ia mengajak seluruh masyarakat, sekolah, dunia usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah.

"Kalau hanya mengandalkan pemerintah tentu tidak mungkin. Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Jombang berjalan lebih baik," pungkasnya.(*)

 

Tombol Google News

Tags:

berita jombang dlh jombang Jombang Eco Creative sampah jombang