KETIK, JEMBER – Menjelang pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember memastikan seluruh aspek penyelenggaraan telah dipersiapkan secara matang.
Mulai dari kesiapan infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, hingga layanan peserta menjadi fokus utama agar pelaksanaan seleksi nasional berlangsung lancar dan profesional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi panitia lokal UM-PTKIN yang digelar di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 UIN KHAS Jember, Senin, 1 Juni 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri seluruh unsur kepanitiaan untuk memfinalisasi berbagai kebutuhan teknis dan nonteknis menjelang pelaksanaan ujian yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Juni 2026.
Sebagai salah satu pusat pelaksanaan UM-PTKIN di Jawa Timur, UIN KHAS Jember telah menyiapkan Gedung Business and Education Center (BEC) sebagai lokasi utama ujian berbasis komputer.
Berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium komputer, jaringan internet berkecepatan tinggi, sistem keamanan, hingga layanan informasi peserta telah melalui proses pengecekan dan pemantauan intensif.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember, M. Khusna Amal, menjelaskan bahwa seluruh perangkat pendukung pelaksanaan ujian telah dipersiapkan secara optimal.
Menurutnya, panitia tidak hanya berfokus pada kelancaran teknis, tetapi juga memastikan peserta memperoleh kenyamanan selama mengikuti proses seleksi.
Ia menegaskan bahwa standar pelayanan menjadi perhatian penting karena keberhasilan UM-PTKIN tidak hanya diukur dari terselenggaranya ujian secara tertib, tetapi juga dari kualitas layanan yang dirasakan para peserta.
“Seluruh proses harus berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Kami ingin peserta merasa aman, nyaman, dan dapat mengikuti ujian dengan maksimal,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, panitia juga membahas secara rinci mekanisme kedatangan peserta, alur registrasi, layanan bantuan, hingga strategi mitigasi apabila terjadi gangguan teknis selama ujian berlangsung.
Koordinasi lintas bidang terus diperkuat untuk memastikan setiap potensi kendala dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Hepni, menekankan bahwa UM-PTKIN merupakan pintu masuk bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Karena itu, pelaksanaannya harus berlangsung secara profesional, transparan, dan berintegritas.
Menurutnya, seluruh peserta berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam suasana ujian yang kondusif dan bebas dari hambatan teknis.
Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan, UIN KHAS Jember telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk pemeliharaan berkala laboratorium komputer, penyediaan tim teknis siaga selama ujian berlangsung, serta koordinasi intensif dengan penyedia layanan listrik dan internet.
Selain itu, sistem cadangan juga disiapkan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi gangguan yang tidak terduga.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pihak kampus optimistis UM-PTKIN 2026 dapat berjalan sukses dan menjadi momentum penting bagi calon mahasiswa untuk meraih kesempatan menempuh pendidikan tinggi yang berkualitas.
Selain mematangkan kesiapan panitia, Rektor juga mengajak seluruh peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal, menjaga kesehatan, dan tetap percaya diri saat menghadapi ujian.
Ia berharap UM-PTKIN menjadi langkah awal bagi lahirnya generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi bangsa melalui jalur pendidikan tinggi.
Melalui kesiapan infrastruktur yang terus diperkuat dan pelayanan yang terus ditingkatkan, UIN KHAS Jember menegaskan kesiapannya menjadi tuan rumah UM-PTKIN 2026 sekaligus memberikan pengalaman seleksi yang aman, nyaman, dan berintegritas bagi seluruh peserta. (*)
