"Shin Tae-Yong.. Shin Tae-Yong" Menggema di SU GBK Usai Timnas Gagal Kalahkan Malaysia

29 September 2026 07:41 29 Sep 2026 07:41

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail "Shin Tae-Yong.. Shin Tae-Yong" Menggema di SU GBK Usai Timnas Gagal Kalahkan Malaysia

Suporter Timnas Indonesia dari tribun utara menampilkan koreo kerlap-kerlip merah putih dan tulisan "Waktunya Bersinar" saat menghadapi Malaysia pada match kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam, 28 Februari 2026. (Foto: Fiqih Arfani/ketik.com)

KETIK, JAKARTA – Nama eks Pelatih Timnas Indonesia yang kini menjadi juru taktik Persija Jakarta Shin Tae-Yong menggema di Stadion Utama Gelora Bung Karno usai Indonesia ditahan imbang Malaysia dengan skor 0-0.

Di laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada Senin malam, 28 September 2026, lebih dari 50 ribu suporter meneriakkan nama Shin Tae-Yong.

"Shin Tae-Yong.. Shin Tae-Yong.. Shin Tae-Yong," teriak kompak puluhan ribu penonton di seluruh tribun.

Mujiono, salah seorang suporter, berpendapat wajar para penonton meneriakkan nama Shin Tae-Yong karena rindu terhadap kemenangan, terlebih saat melawan timnas asal Asia Tenggara.

"Dulu era coach Shin, Timnas kita ditakuti di Asia Tenggara, apalagi kita pernah lolos ke Piala Asia. Lawannya tim seperti Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi bahkan Australia. Ini lawan Malaysia saja sangat kesulitan," ucapnya.

Penampilan Kevin Diks dan kawan-kawan saat melawan Harimau Malaya memang tidak sesuai harapan. Permainan negative football dan bertahan total diterapkan agar terhindar dari kebobolan, terutama usai Thom Haye dikartu merah di pertengahan babak pertama.

Tak ada serangan berbahaya dari pemain Garuda, justru Aiman dan kawan-kawan yang menggempur pertahanan Tim Merah Putih. Beruntung tak ada gol bersarang ke gawang Martin Paes.

Hingga waktu normal 2x45 menit, pertandingan berakhir dengan skor kaca mata. Peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya juga harus bergantung dengan pertandingan antara Malaysia melawan Singapura.

Jika Singapura mampu menang atau minimal menahan imbang Malaysia, sedangkan Indonesia menang atas Bangladesh maka Garuda otomatis lolos. Tapi jika Malaysia yang menang, dan Indonesia juga mengemas tiga poin maka penentuan lolos berdasarkan selisih gol.

Hingga pertandingan kedua di Grup A, Malaysia tetap bertahan di puncak klasemen dengan 4 poin, diikuti Indonesia juga 4 poin, tapi kalah selisih gol. Malaysia selisih atau margin 3 gol, sedangkan Indonesia hanya 2 gol.

Di posisi ketiga ada Singapura dengan koleksi 3 poin usai di pertandingan kedua menang 1-0 atas Bangladesh yang mendekam di dasar klasemen tanpa raihan poin. (*)

Tombol Google News

Tags:

Timnas Indonesia Timnas Malaysia Suporter Timnas La Grande Fifa Asean Cup Shim Tae Yong