PWI dan Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi, Jurnalistik Berpeluang Masuk Sekolah

9 Oktober 2026 09:07 9 Okt 2026 09:07

Fisca Tanjung

Editor
Thumbnail PWI dan Kemendikdasmen Dorong Penguatan Literasi, Jurnalistik Berpeluang Masuk Sekolah

Kemendikdasmen berkunjung ke Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026. (Foto: PWI)

KETIK, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berpeluang memperkuat kerja sama di bidang literasi dan pendidikan. Salah satu upaya yang didorong adalah mengenalkan jurnalistik kepada pelajar melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menilai jurnalistik tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam mencerahkan dan mendidik masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat berkunjung ke Kantor PWI Pusat di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026, untuk menjadi narasumber program siniar (podcast) PWI Channel. Dalam kesempatan itu, ia bertemu dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekjen Marthen Selamet Susanto, dan jajaran pengurus PWI Pusat.

"Jurnalistik itu kan juga di dalam itu ada ilmu, memberikan sesuatu adanya tidak sekadar mengabarkan. Tapi juga tadi, mencerahkan, mendidik, dan sebagainya," kata Abdul Mu'ti.

Menurutnya, pengenalan jurnalistik di sekolah dapat menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus mengenal profesi wartawan sejak dini. Ia pun mengusulkan agar jurnalistik menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

"Kalau bisa misalnya, Jurnalistik itu masuk ekstrakurikuler, bagus juga kan. Nah, itu kalau bisa kan kita lebih banyak punya karya wartawan," ujarnya.

Abdul Mu'ti juga berharap media dan organisasi profesi seperti PWI ikut menumbuhkan minat pelajar terhadap dunia jurnalistik. Menurutnya, anak-anak perlu mengenal beragam pilihan profesi, termasuk menjadi wartawan.

"Saya berharap agar media termasuk lembaga seperti PWI ini dapat menumbuhkan minat para pelajar di Indonesia untuk memilih wartawan sebagai profesi. Memang ini tidak selalu mudah, tapi saya kira tetap itu harus kita lakukan. Pilihan profesi itu harus kita berikan sebanyak mungkin kepada anak-anak kita," kata Abdul Mu'ti.

Ia menambahkan, profesi wartawan memiliki peran penting bagi masyarakat, meskipun tuntutan profesionalismenya semakin tinggi. Karena itu, peningkatan kualitas jurnalistik menjadi tanggung jawab bersama.

"Nah, ini yang memang tugas kita bersama-sama. Tapi sebagai sebuah profesi ini sangat mulia dan sangat kita perlukan. Eksistensi PWI ini juga sangat penting, semua wartawan yang menyampaikan informasi mempunyai peran," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat sinergi dengan Kemendikdasmen, terutama dalam meningkatkan literasi dan kemampuan menulis di Indonesia.

"Terima kasih sudah silaturahmi ke PWI. Diharapkan bisa sinergi," kata Akhmad Munir.

Ia menyebut penguatan literasi dan kemampuan menulis bagi guru menjadi salah satu program yang dapat dikembangkan secara luas.

"Literasi, menulis untuk guru bisa dilakukan untuk seluruh Indonesia," ujarnya.

Akhmad Munir menegaskan, PWI juga memiliki fungsi pendidikan, salah satunya melalui peningkatan kompetensi wartawan. Saat ini, jumlah anggota PWI mencapai kurang lebih 40 ribu orang, dengan sekitar 20 ribu di antaranya telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Anggota PWI kurang lebih 40 ribu, sekitar 20 ribu sudah mengikuti UKW. UKW merupakan bagian pendidikan agar wartawan memiliki standar kompetensi," kata Akhmad Munir.

Dalam kesempatan tersebut, Akhmad Munir turut memberikan buku biografi berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak kepada Abdul Mu'ti sebagai bentuk apresiasi dan upaya memperkuat sinergi kedua pihak.(*)

Tombol Google News

Tags:

Persatuan Wartawan Indonesia Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Mendikdasmen Abdul Mu'ti jurnalistik pwi pusat Ketua Umum Pwi Pusat Akhmad Munir