Korban Meninggal Akibat Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Bertambah Jadi 15 Orang

28 April 2026 15:36 28 Apr 2026 15:36

Mustopa

Editor
Thumbnail Korban Meninggal Akibat Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Bertambah Jadi 15 Orang

Kondisi gerbong akibat kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026 (Foto: akun X @merapi_undercover)

KETIK, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dalam insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek bertambah menjadi 15 orang. Sementara ada 88 orang yang masih dirawat.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat meninjau proses evakuasi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat," kata AHY dalam jumpa pers.

"Termasuk ada 3 yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," lanjut AHY.

AHY datang ke Stasiun Bekasi Timur pada Selasa, 28 April 2026 pukul 14.00 WIB. Ia meninjau lokasi kejadian kecelakaan di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, termasuk proses evakuasi bangkai gerbong KRL.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa keselamatan para korban menjadi tujuan utama. Sehingga ia menekankan bahwa para korban harus mendapatkan perawatan maksimal.

"Agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini. Jadi tahapan pertama itu evakuasi para penumpang," tegasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

KRL KA Argo Bromo Anggrek Stasiun Bekasi Timur AHY Agus Harimurti Yudhoyono