KETIK, JAKARTA – Jerhemy Owen yang saat ini menjadi konten kreator lingkungan kembali sorot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang sampai kini masih belum mereda. Lewat unggahan video di akun Instagram pribadinya pada 27 September 2026, Owen terlihat berada di lahan yang sudah menghitam.
Lebih dari 60 hari sejak kebakaran pertama kali dilaporkan, kondisi hutan di Kalimantan masih belum sepenuhnya aman. Asap semakin menebal hingga masyarakat Kalimantan memiliki keterbatasan dalam bernafas. Pada saat terjun langsung ke lahan kebakaran, Owen sampai menggunakan masker agar pernafasannya dapat terlindungi.
Ia mengatakan, kondisi kebakaran hutan dan lahan harus terus disorot agar pemerintah mengetahui bahwa masyarakat sekitar hutan dapat terlindungi. Bahkan, akibat dari pohon-pohon yang menghilang itu membuat desa sekitar kesulitan mendapatkan air bersih.
Owen juga menjelaskan bahwa lahan yang dikunjungi merupakan kawasan lahan gambut, sehingga api tidak selalu terlihat di atas lahan, namun bisa sampai menjalar lewat bawah tanah.
Dengan kondisi yang masih parah, Owen mengajak warganet untuk tidak melupakan kondisi ini. Tak hanya itu, dirinya juga menyampaikan rasa terima kasih pada warganet yang sukarela memberikan bantuan lewat program Kitabisa dengan penggalangan dana Patungan untuk Hutan.
Jerhemy Owen juga mengajak lebih banyak orang mendukung kegiatan darurat, mitigasi dan restorasi hutan di Indonesia. Semoga kondisi hutan di Kalimantan juga segera membaik dan bisa kembali ditinggali oleh satwa-satwa alam.
Sementara itu, Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Perkembangan tersebut disampaikan melalui Forest Update yang diunggah akun Instagram resmi @kemenhut pada Senin, 28 September 2026.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 27 September 2026 pukul 21.10 WIB, terdeteksi 559 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional. Jumlah tersebut meningkat 228 titik dibandingkan sehari sebelumnya dengan catatan 331 hotspot.
Dari enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 134 titik, meningkat dari 30 titik. Sementara itu, Sumatera Selatan tercatat 29 titik, Kalimantan Selatan 25 titik, Kalimantan Barat 11 titik, Jambi lima titik, dan Riau nihil hotspot high confidence. Secara keseluruhan, enam provinsi tersebut mencatat 204 hotspot.
Kementerian juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi yang membahayakan. (*)
