Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Daerah, 443 KK di Muara Enim Terdampak Kekeringan

17 Oktober 2026 16:40 17 Okt 2026 16:40

Jihan Zahiroh R., Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Karhutla hingga Banjir Landa Sejumlah Daerah, 443 KK di Muara Enim Terdampak Kekeringan

Kondisi banjir yang melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Jumat, 16 Oktober 2026. (Foto : BPBD Kabupaten Simalungun)

KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Jumat hingga Sabtu, 16–17 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, hingga banjir masih menjadi perhatian dalam upaya penanganan bencana di daerah.

Karhutla terjadi di Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 15.07 WIB. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Grobogan, kebakaran menghanguskan lahan seluas tiga hektare.

Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Hingga laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dinyatakan aman serta terkendali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kebakaran hutan juga terjadi di kawasan Hutan Penggaron, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar empat hektare lahan terbakar.

BPBD Kabupaten Semarang bersama petugas pemadam kebakaran, Perhutani, Polres Semarang, dan warga melakukan penanganan di lokasi. Petugas turut membagikan masker kepada warga terdampak. Berdasarkan laporan terakhir, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa.

Sementara itu, kekeringan melanda Desa Hidup Baru, Kecamatan Benakat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya hujan dalam waktu cukup lama sehingga sumber mata air mengering. Dampaknya, sekitar 443 kepala keluarga (KK) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

BPBD Kabupaten Muara Enim melakukan asesmen, berkoordinasi dengan pihak setempat, serta menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, sebanyak 30.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga terdampak.

Di wilayah Sumatera Utara, banjir melanda Kampung Rendahan, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Banjir dipicu luapan Sungai Parpayakan dan Sungai Sordang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari.

Berdasarkan laporan sementara, banjir berdampak pada sekitar 128 KK dan 90 unit rumah warga. Selain itu, dua fasilitas umum, satu akses jalan, dan satu jembatan turut terdampak. Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, banjir belum surut. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum mengungsi.

BPBD Kabupaten Simalungun bersama instansi terkait melakukan asesmen dan penanganan banjir. Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi tali tambang atau tali pemandu untuk membantu akses di jalan yang tergenang, serta bahan pokok atau sembako.

Menyikapi berbagai kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering. Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat agar dapat ditangani sedini mungkin.

Dalam menghadapi kekeringan, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta memanfaatkan sumber air secara efisien. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu berkoordinasi untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap hujan berintensitas tinggi dan kenaikan muka air sungai. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan petugas, mengutamakan keselamatan saat evakuasi, serta memantau informasi dan peringatan dini dari sumber resmi, termasuk BNPB, BPBD, dan BMKG. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bnpb bencana alam Karhutla kebakaran hutan dan lahan