KETIK, JAKARTA – Topan Champi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di Taiwan. Sebanyak 977 penerbangan dibatalkan hingga Jumat pagi, 23 Oktober 2026, sementara 96 pelayaran feri pada 10 rute mengalami gangguan atau pembatalan akibat cuaca buruk yang menyertai badai tersebut.
Pemerintah Taiwan menutup sekolah, perkantoran, dan menghentikan sebagian besar aktivitas bisnis di hampir seluruh wilayah untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat.
Warga juga diminta tetap berada di dalam ruangan dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak.
Pembatalan penerbangan terdiri atas 262 penerbangan domestik dan 715 penerbangan internasional serta lintas Selat Taiwan.
Taoyuan International Airport Corp. melaporkan sebanyak 596 penerbangan di Bandara Internasional Taoyuan dibatalkan antara tengah malam hingga pukul 09.00 pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Jumlah tersebut mencakup 521 penerbangan penumpang dan 75 penerbangan kargo.
Maskapai EVA Air membatalkan seluruh penerbangan jarak jauh yang menghubungkan Taiwan dengan Eropa dan Amerika Serikat untuk jadwal tertentu pada Jumat. Pembatalan juga mencakup sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Taoyuan serta Bandara Internasional Taipei Songshan.
Sementara itu, Starlux Airlines menyatakan hanya akan mengoperasikan penerbangan jarak jauh menuju Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah tujuan lainnya pada hari tersebut.
Gangguan juga terjadi pada transportasi laut. Sejumlah rute feri dihentikan, termasuk jalur Keelung-Matsu, Kaohsiung-Magong, Donggang-Xiaoliuqiu, serta rute menuju Green Island dan Lanyu.
Pada rute Kinmen-Wutong, sebagian layanan masih beroperasi. Sebanyak 10 pelayaran tetap dijalankan, sedangkan 14 lainnya dibatalkan.
Otoritas penerbangan dan pengelola bandara meminta penumpang memeriksa status penerbangan masing-masing karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi cuaca.
Di tengah gangguan transportasi udara dan laut, layanan kereta cepat yang menghubungkan Taiwan bagian utara dan selatan dilaporkan masih beroperasi normal.
Badan Meteorologi Pusat Taiwan atau Central Weather Administration (CWA) melaporkan, pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat, pusat Topan Champi berada sekitar 260 kilometer di tenggara Yilan dan bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan 11–15 kilometer per jam.
Kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 155 kilometer per jam, dengan embusan hingga 191 kilometer per jam. Meski kekuatannya telah melemah setelah sempat berstatus supertopan, badai tersebut masih berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.
Otoritas memperingatkan dampak Topan Champi dapat berlangsung hingga dua hari, terutama di wilayah utara dan timur laut Taiwan. Hujan lebat diperkirakan terjadi pada Jumat hingga Sabtu, 24 Oktober 2026, dengan risiko banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kawasan.
Topan Champi terbentuk di Samudra Pasifik bagian barat dan diperkirakan melintas di dekat ujung timur laut Taiwan sebelum berbelok ke utara menuju pesisir China, kemudian bergerak ke arah Jepang bagian selatan.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mematuhi peringatan keselamatan dan memantau informasi resmi mengenai perkembangan cuaca serta perubahan jadwal transportasi selama topan berlangsung.(*)
