Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv Ukraina, 11 Orang Tewas dan Biara Bersejarah Terbakar

16 Juni 2026 20:25 16 Jun 2026 20:25

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Serangan Rudal Rusia Guncang Kyiv Ukraina, 11 Orang Tewas dan Biara Bersejarah Terbakar

Petugas darurat melakukan penanganan di kawasan Kyiv setelah serangan rudal dan drone Rusia yang menewaskan sedikitnya 11 orang serta memicu kebakaran di kompleks Biara Kyiv-Pechersk Lavra. Zelensky saat mengecek dampak serangan Rusia di Kyiv (Foto: Ukrainian Presidential Press Service)

KETIK, JAKARTA – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan menembakkan puluhan rudal dan ratusan drone ke sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kyiv.

Serangan yang terjadi pada Senin, 15 Juni 2026 hingga Selasa, 16 Juni 2026 itu menewaskan sedikitnya 11 orang dan memicu kebakaran di salah satu situs keagamaan paling bersejarah di Ukraina.

Berdasarkan laporan otoritas Ukraina, lima korban jiwa berasal dari Kyiv, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan di kawasan Biara Kyiv-Pechersk Lavra yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengecam keras serangan tersebut. Ia menyebut kebakaran yang melanda kompleks biara sebagai salah satu serangan paling serius terhadap warisan budaya dan agama sejak perang berlangsung.

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," ujar Zelensky melalui media sosial.

Kebakaran dilaporkan melanda area sekitar kompleks Kyiv-Pechersk Lavra dan membakar sebagian atap Katedral Dormisi. Situs yang didirikan pada abad ke-11 itu memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi umat Ortodoks di Ukraina maupun Rusia.

Militer Rusia mengakui telah melancarkan serangan berskala besar ke sejumlah target militer di Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro. Namun, Moskow membantah sengaja menargetkan kawasan biara tersebut. Rusia mengklaim kerusakan terjadi akibat rudal pertahanan udara Patriot milik Ukraina yang jatuh di area itu.

Sebaliknya, Zelensky menegaskan dua drone Rusia secara sengaja diarahkan ke kawasan biara. Ukraina menyebut Rusia menembakkan sekitar 70 rudal dan 611 drone dalam serangan terbaru tersebut.

Menurut pihak Ukraina, sebanyak 50 rudal dan 582 drone berhasil dicegat sebelum mencapai target. Meski demikian, sejumlah proyektil tetap menghantam berbagai wilayah dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Seorang biarawan bernama Makariy yang tinggal di kompleks biara mengaku terbangun akibat ledakan keras sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Saat keluar dari kamarnya, ia melihat sebagian kawasan biara sudah terbakar sebelum akhirnya berlindung di tempat aman.

Petugas layanan darurat Ukraina menyebut bagian dalam Katedral Dormisi masih dapat diselamatkan, meski atap bangunan mengalami kerusakan cukup parah akibat kebakaran.

Di tengah eskalasi konflik, Zelensky kembali mendesak negara-negara anggota G7 untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow. Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kesediaannya bertemu langsung dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Amerika Serikat.

Menurut Zelensky, pertemuan tersebut bisa menjadi langkah penting untuk membuka peluang penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Namun hingga kini Putin belum memberikan respons terhadap usulan tersebut.

Sementara itu, serangan balasan juga terjadi di wilayah Rusia. Otoritas setempat melaporkan serangan drone Ukraina menewaskan tiga orang dan melukai tiga lainnya di Kota Tula, sekitar 200 kilometer selatan Moskow.

Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun terus menelan korban jiwa dan memicu kerusakan besar di kedua negara. Konflik tersebut juga disebut sebagai perang terbesar di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia II.(*)

Tombol Google News

Tags:

Volodymyr Zelensky Vladimir Putin Donald Trump rusia ukraina Kota Kyiv Biara Lavra Katedral Dormisi Serangan Rudal Serangan Drone Warisan Unesco Konflik Eropa Info Ukraina Berita Ukraina