Viva Yoga Dapat Curhatan Permasalahan Minimnya Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Subulussalam

12 Agustus 2026 22:47 12 Agt 2026 22:47

Surya Irawan, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Viva Yoga Dapat Curhatan Permasalahan Minimnya Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Subulussalam

Walikota Subulussalam M. Rasyid Bacin untuk mencurahkan berbagai permasalahan di kawasan transmigrasi di wilayahnya saat bertemu Viva Yoga Mauladi di di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi (Kementrans), Kalibata, Jakarta pada Selasa 11 Agustus 2026. (Foto: Kementrans)

KETIK, JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) RI Viva Yoga Mauladi menerima kunjungan Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bacin di Balai Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Subulussalam, Aceh, untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat di kawasan transmigrasi.

Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bacin mengatakan, dirinya menerima sejumlah keluhan dari 17 kepala desa yang berada di kawasan transmigrasi.

Persoalan yang disampaikan mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga persoalan lahan.

“Fasilitas pendidikan, sekolah, pun perlu banyak dibenahi. Juga adanya penyerobotan lahan milik transmigran,” ujar Rasyid.

Menurutnya, sejumlah kawasan transmigrasi di Subulussalam masih menghadapi keterbatasan akses jalan dan jaringan komunikasi.

Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan perkembangan kawasan.

Padahal, program transmigrasi yang telah berlangsung sejak 1982/1983 dinilai telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi Subulussalam.

Para transmigran yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta mayoritas bekerja sebagai petani, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.

Produksi kelapa sawit beserta produk turunannya menjadi salah satu potensi unggulan Subulussalam. Selain itu, daerah tersebut juga memiliki komoditas cengkih.

Rasyid berharap potensi tersebut dapat dikembangkan lebih optimal dengan dukungan pemerintah pusat.

Ia juga mengusulkan pembangunan sekolah dan perguruan tinggi unggulan di Subulussalam, termasuk Sekolah Garuda dan Universitas Republik Indonesia.

“Lahan sudah kami siapkan,” katanya.

Ia pun meminta dukungan pemerintah pusat agar berbagai rencana pembangunan tersebut dapat direalisasikan.

“Kami meminta dukungan dan perhatian dari Bapak Wamen,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Viva Yoga menyatakan siap mendukung pengembangan Subulussalam.

Menurutnya, keberadaan kawasan transmigrasi di daerah tersebut telah memberikan warna dalam kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang suku berbeda.

“Warga transmigran telah mewarnai berbagai sendi kehidupan di Subulussalam,” ujar Viva Yoga, Rabu, 12 Agustus 2026.

Viva Yoga menilai sektor perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu potensi yang perlu terus diperkuat.

Pengembangan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pengolahan produk turunannya agar memberikan nilai tambah bagi petani.

Untuk mendukung investasi di kawasan transmigrasi, Viva Yoga mengatakan pihaknya akan mengoordinasikan potensi tersebut dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

“Beberapa waktu yang lalu, pengurus KADIN berkunjung ke kantor Kementrans untuk menjajaki menanamkan investasi di kawasan-kawasan transmigrasi,” jelasnya.

Menurutnya, peluang investasi tersebut dapat diarahkan ke Subulussalam untuk memperkuat pengembangan potensi ekonomi kawasan.

Sementara terkait kondisi sekolah di kawasan transmigrasi, Viva Yoga menyebut pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Program tersebut menargetkan pembangunan maupun rehabilitasi 1.000 sekolah di kawasan transmigrasi.

“Akan kita masukkan sekolah di Subulussalam yang perlu dibangun atau direhabilitasi,” katanya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah dugaan penyerobotan lahan milik transmigran. Viva Yoga meminta Pemerintah Kota Subulussalam segera menyampaikan laporan disertai data dan bukti yang lengkap.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditangani secara terukur agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Kementrans memiliki program unggulan, Trans Tuntas. Program ini untuk menyelesaikan permasalahan konflik lahan yang terjadi di kawasan transmigrasi,” pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Viva Yoga Maulandi Rasyid Bacin Minim Infrastuktur Kawasan Transmigrasi Berita Jakarta info jakarta Viva Yoga Mauladi M. Rasyid Bacin Subulussalam Transmigrasi Aceh Kementerian Transmigrasi Trans Tuntas Kelapa Sawit KADIN Sekolah Garuda Universitas Republik Indonesia Berita Subulussalam Info Subulussalam