KETIK, JAKARTA – NTT belum benar-benar tenang setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dini hari. Setelah gempa utama terjadi pada pukul 04.58.24 WIB, lebih dari seratus gempa-gempa susulan terus tercatat dalam rentang waktu berikutnya.
Data gempa yang dipantau dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens di kawasan NTT.
Gempa susulan pertama terjadi hanya beberapa menit setelah gempa utama. Pada pukul 05.06.31 WIB, tercatat gempa berkekuatan M6,2 dengan kedalaman 10 kilometer di koordinat 8,28 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur.
Belum genap 15 menit setelah gempa utama, gempa berkekuatan M6,5 kembali tercatat pada pukul 05.13.53 WIB. Gempa tersebut berada di kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 8,19 LS dan 120,15 BT.
Rangkaian gempa dengan kekuatan cukup besar kemudian terus terjadi. Pada pukul 05.18.50 WIB tercatat gempa M5,9, disusul M5,7 pada pukul 05.27.03 WIB dan M6,2 pada pukul 05.28.41 WIB.
Artinya, dalam sekitar 30 menit pertama setelah gempa M7,6, Flores sudah mengalami sejumlah gempa susulan dengan magnitudo di atas 5. Aktivitas tersebut kemudian berlanjut dengan gempa-gempa lainnya hingga pagi hari.
Berdasarkan data BMKG yang tersedia, aktivitas gempa tidak berhenti setelah rangkaian awal tersebut. Gempa masih terus tercatat hingga pukul 10.25.21 WIB, ketika gempa M4,6 dengan kedalaman 12 kilometer terjadi di koordinat 8,24 LS dan 120,54 BT.
Dengan demikian, dalam rentang sekitar lima setengah jam sejak gempa M7,6 terjadi, Flores mengalami lebih dari seratus kejadian gempa yang tercatat. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas kegempaan di kawasan Flores masih berlangsung secara intens setelah gempa utama. (*)
