KETIK, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan layanan Makkah Route (Fast Track) pada sejumlah kloter awal musim haji 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Layanan ini bertujuan mempercepat proses keimigrasian jemaah sebelum keberangkatan. Dengan demikian, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang untuk pemeriksaan paspor di bandara.
Program Fast Track saat ini telah beroperasi di beberapa embarkasi utama, yakni Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, serta Sultan Hasanuddin Makassar yang mulai melayani pada tahun ini.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kenyamanan dan efisiensi layanan bagi jemaah haji Indonesia.
“Layanan Fast Track terus kami optimalkan agar perjalanan jemaah lebih cepat, tertib dan nyaman sejak dari tanah air hingga tiba di Tanah Suci,” ujarnya dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M pada Kamis, 23 April 2026.
Dengan perluasan layanan di Embarkasi Makassar, jumlah jemaah yang memanfaatkan fasilitas Fast Track pada tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 125 ribu jemaah yang tersebar di sejumlah embarkasi.
Layanan Fast Track mencakup pemeriksaan dokumen keimigrasian, visa, serta validasi data jemaah yang dilakukan langsung di bandara keberangkatan di Indonesia. Skema ini dinilai mampu mempercepat proses kedatangan jemaah di Arab Saudi.
Selain itu, Ichsan memastikan seluruh layanan di asrama haji berjalan optimal. Mulai dari proses keberangkatan, konsumsi hingga akomodasi jemaah, seluruhnya diklaim berjalan lancar.
“Aktivitas layanan di asrama haji berjalan lancar. Fokus kami adalah memastikan jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman dan efisien,” tambahnya.
Hingga Rabu, 22 April 2026, tercatat sebanyak 12 kloter jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Totalnya mencapai 4.823 jemaah, beserta puluhan petugas, yang seluruhnya dalam kondisi aman dan tertib.
Ichsan juga menegaskan bahwa berbagai inovasi layanan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin ramah bagi lansia, perempuan, serta penyandang disabilitas. (*)
