KETIK, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana di Indonesia, mulai dari banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, angin kencang di Aceh, hingga kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kota Malang, Jawa Timur.
Hingga Senin, 26 Oktober 2026, pukul 07.00 WIB, penanganan masih berlangsung di sejumlah lokasi terdampak.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, banjir terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus menyebabkan sungai meluap.
Derasnya aliran air juga merusak tanggul penahan hingga banjir memasuki permukiman warga.
Bencana tersebut berdampak pada 424 jiwa dan 106 unit rumah yang tersebar di enam kelurahan pada empat kecamatan.
Selain itu, satu unit rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah akses jalan turut terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah telah melakukan pendataan, berkoordinasi dengan pihak terkait, serta membersihkan wilayah terdampak.
Meski banjir dilaporkan surut pada Minggu, 25 Oktober 2026, masyarakat tetap diminta waspada karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut dan berpotensi memicu banjir susulan.
Banjir dan tanah longsor juga terjadi di Dusun V Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Hujan berintensitas tinggi memicu kedua bencana tersebut hingga berdampak pada lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, dan satu unit jembatan.
Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, BPBD Kabupaten Dairi bersama tim gabungan dan masyarakat setempat masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Sementara itu, angin kencang melanda Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 20.20 WIB.
BPBD Kota Lhokseumawe mencatat satu unit rumah mengalami rusak ringan, sedangkan 27 unit rumah kos mengalami rusak berat.
Kejadian tersebut melanda Gampong Pusong Lama di Kecamatan Banda Sakti dan Gampong Meunasah Mee di Kecamatan Muara Dua.
Untuk menangani dampak bencana, BPBD mengerahkan satu mobil operasional dan satu mobil penyelamat guna mendukung proses penanganan serta evakuasi.
Di Jawa Timur, kebakaran melanda TPA Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sejak Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 15.00 WIB.
Hingga Minggu, 25 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 15,5 hektare.
Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan.
BPBD Kota Malang bersama tim gabungan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air untuk memadamkan api dari darat.
Namun, angin kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Petugas masih melakukan pembasahan di area yang mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kembali titik api dan mengantisipasi kebakaran meluas.
Menyikapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat hujan berintensitas tinggi dan angin kencang.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta mewaspadai kenaikan debit air dan segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam, membatasi jarak pandang, serta disertai peningkatan debit air.
Masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan juga diimbau memperhatikan kondisi tanah dan lingkungan sekitar untuk mengantisipasi potensi tanah longsor.
Selain itu, warga diminta berhati-hati saat beraktivitas di dekat pohon, bangunan, papan reklame, maupun tiang listrik ketika hujan lebat disertai angin kencang.
BNPB turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
Apabila menemukan titik api, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas berwenang agar dapat ditangani sebelum meluas.(*)
