KETIK, YOGYAKARTA – Para pengelola Career Development Center (CDC) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menetapkan kepengurusan Perkumpulan Pusat Pengembangan Karier dan Talenta Mahasiswa PTKI (PERMATA-PTKI) periode 2026–2028 pada 10 Oktober 2026. Pembentukan ini menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi pusat karier PTKI dalam menyiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi dunia kerja.
Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag. dari UIN Bandung dipercaya sebagai Ketua PERMATA-PTKI, didampingi Wahyono, M.Pd.I. dari UIN Cirebon sebagai Wakil Ketua.
Posisi Sekretaris I dijabat Dr. Ahmad Ghozi, M.A. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sedangkan Sekretaris II dijabat Nasrul Fahmi Zaki Fuadi, Lc., M.Si. dari UIN Walisongo Semarang. Bendahara dipercayakan kepada Dr. Layyin Mahfiana, S.H., M.Hum. dari UIN Surakarta.
Kepengurusan juga dilengkapi tiga divisi strategis. Muhammad Kholis Hamdy, S.Sos.I., M.Int.Dev. dari UIN Jakarta menangani Pengembangan Karier dan Talenta Mahasiswa. Divisi Tracer Study dipimpin Dr. Noor Saif Muhammad Mussafi, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari UIN Yogyakarta, sedangkan Divisi Kewirausahaan dan Kemitraan dipercayakan kepada Dr. As'ari, S.S., M.Si. dari UIN Banten.
Kasubdit Sarana, Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Papay Supriatna, S.S., M.Pd., bersama Kasubtim Kemahasiswaan, H. Sugiyono, M.IP., menekankan posisi CDC sebagai salah satu pusat strategis kampus dalam menjembatani mahasiswa dan alumni dengan dunia kerja.
"PERMATA-PTKI sesuai dengan namanya, ingin memnjadikan PTKI sebagai permata, haganya mahal dan dicari banyak orang," tegasnya.
Penguatan tersebut diarahkan melalui tiga agenda utama, yakni pengembangan karier mahasiswa dan alumni, tracer study, serta kewirausahaan. Pengembangan karier membantu mahasiswa menyiapkan kompetensi dan arah profesi.
Tracer study menyediakan data perjalanan lulusan sekaligus menjadi bahan evaluasi perguruan tinggi. Sementara kewirausahaan membuka peluang agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.
Forum tersebut juga membahas penguatan sistem melalui pengenalan Aplikasi Talenta Connect, pembahasan tracer study, serta penyusunan dan evaluasi petunjuk teknis aplikasi.
Nama PERMATA membawa tujuh nilai, yakni Professional, Ethical, Resilient, Modern, Accountable, Talent-Oriented, dan Agile. Nilai tersebut menjadi pijakan untuk membangun organisasi yang profesional, beretika, adaptif, akuntabel, berorientasi pada talenta, dan responsif terhadap perubahan dunia kerja.
Kepengurusan 2026–2028 selanjutnya dihadapkan pada tantangan untuk mengubah jejaring antarpengelola CDC menjadi kerja sama konkret, mulai dari berbagi praktik baik, penguatan tracer study, pengembangan talenta, kemitraan dengan dunia kerja, hingga perluasan akses karier mahasiswa dan alumni.
PERMATA-PTKI diharapkan tidak berhenti sebagai wadah koordinasi, tetapi menjadi ruang bersama untuk memastikan talenta mahasiswa PTKI berkembang dan memiliki jalan menuju dunia profesional.(*)
