Plt Bupati Tulungagung dan IDI Bedah Rumah Warga Kurang Mampu pada Hari Bakti ke-118

21 Oktober 2026 18:00 21 Okt 2026 18:00

Sugeng Hariyadi, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Plt Bupati Tulungagung dan IDI Bedah Rumah Warga Kurang Mampu pada Hari Bakti ke-118

Puncak peringatan Hari Bakti IDI ke-118 diwarnai dengan penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, kepada Bapak Muji, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol. ( Foto : Hariya/ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulungagung menyalurkan bantuan bedah rumah kepada Muji, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, Rabu pagi, 21 Oktober 2026. Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti IDI ke-118 sekaligus upaya mendukung pencegahan penularan tuberkulosis (TBC) di lingkungan keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis. Kegiatan ini juga dihadiri pengurus IDI Cabang Tulungagung, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Camat Sumbergempol, Kapolsek Sumbergempol, Babinsa, serta perangkat Pemerintah Desa Wonorejo.

Ahmad Baharudin mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, bantuan untuk Muji tidak hanya berasal dari kalangan dokter, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, rumah sakit, kepolisian, dan TNI.

"Bantuan ini tidak hanya dari teman-teman IDI, dari Dinas Kesehatan, dan rumah sakit, tetapi tadi juga ada dari kepolisian maupun TNI yang ikut membantu memberikan bantuan kepada Pak Muji tadi," ujar Ahmad Baharudin saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi.

Sementara itu, perwakilan IDI Cabang Tulungagung, dr. Wendi Wiradinata, Sp.F, mengatakan program bedah rumah tersebut merupakan bentuk kepedulian dokter terhadap masyarakat prasejahtera. Kegiatan ini sekaligus mendukung upaya pemerintah menekan penyebaran TBC melalui perbaikan kondisi tempat tinggal.

"Sebetulnya, hari bakti IDI selalu kami laksanakan setiap tahun dengan berbagai tema. Tahun ini, kami melihat program nasional yang sedang menjadi sorotan adalah penanganan TBC. Dari segi obat maupun penanganan medis di rumah sakit, kami tentu memiliki keterbatasan," tegas dr. Wendi.

Ia menjelaskan, IDI kemudian mencari warga yang benar-benar membutuhkan bantuan dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan lingkungan tempat tinggal. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah buruknya sirkulasi udara di dalam rumah, yang dapat meningkatkan risiko penularan TBC.

"Oleh karena itu, kami mencari masyarakat miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan. Salah satunya kita lihat dari penyebaran TBC yang kerap dipicu oleh sirkulasi udara yang kurang baik di dalam rumah," ungkapnya.

Sebelum menentukan penerima bantuan, IDI Cabang Tulungagung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengidentifikasi penderita TBC dari keluarga prasejahtera di Kecamatan Sumbergempol. Dari tiga data warga yang diperoleh, pengurus memilih rumah Muji karena kondisinya dinilai paling memprihatinkan dan belum memenuhi standar kelayakan hunian.

"Waktu kami datang ke rumah Pak Muji, sama sekali tidak ada jendela. Sirkulasi udaranya buruk, padahal rumah tersebut dihuni oleh enam orang anggota keluarga. Jika tidak segera ditangani, penularan TBC di dalam rumah tentu sangat rentan terjadi pada keluarganya," tambahnya.

Selain memberikan bantuan bedah rumah, IDI Cabang Tulungagung membagikan paket sembako kepada sejumlah warga prasejahtera di Desa Wonorejo. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dr. Wendi, kegiatan sosial ini juga menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya di Kabupaten Tulungagung. Dengan kerja sama lintas profesi, kontribusi tenaga kesehatan diharapkan tidak terbatas pada pelayanan medis, tetapi juga menjangkau persoalan sosial yang memengaruhi kesehatan masyarakat.

"Harapan kami, IDI ini sebagai pemicu awalnya. Harapannya bukan hanya IDI saja nanti, kita bisa menggandeng teman-teman OP (Organisasi Profesi) yang lain sehingga bisa mengoptimalkan perannya di Kabupaten Tulungagung di bidang kesehatan. IDI setiap tahun insya Allah akan selalu pengin mengabdi buat masyarakat," pungkasnya.

Program bedah rumah tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong antara organisasi profesi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemerintah desa untuk membantu masyarakat prasejahtera sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan lingkungan di Kabupaten Tulungagung. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bedah rumah IDI Plt Bupati Ahamd Baharudin