KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan pendidikan kepada 132 murid jenjang SMA, SMK, dan SLB serta mendukung penguatan fasilitas vokasi di SMKN 2 Pacitan. Dalam kunjungannya pada Kamis, 22 Oktober 2026, Khofifah juga meninjau penerapan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang mengintegrasikan pembelajaran dengan kegiatan produktif di lingkungan sekolah.
Bantuan pendidikan tersebut diberikan untuk membantu meringankan biaya sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata dan inklusif. Sementara itu, dukungan fasilitas vokasi diwujudkan melalui bantuan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) yang dialokasikan dalam Tahun Anggaran 2027.
Dari total 132 penerima bantuan pendidikan, sebanyak 112 murid merupakan penerima bantuan afirmasi, terdiri atas 26 murid SMA, 56 murid SMK, dan 30 murid SLB. Selain itu, terdapat 20 murid penerima bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur.
Masing-masing murid menerima bantuan sebesar Rp1 juta. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 10 murid.
Khofifah menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah agar setiap anak memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Bantuan ini bukan sekadar uang, ini adalah pesan bahwa tidak ada satu pun anak Jatim yang boleh tertinggal pendidikannya. Afirmasi adalah komitmen kita untuk pendidikan yang merata,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pemerataan akses pendidikan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur. Melalui bantuan tersebut, murid diharapkan dapat melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Setelah penyerahan bantuan pendidikan, Khofifah bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meninjau penerapan Program SIKAP di SMKN 2 Pacitan. Program ini mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif sekaligus membekali murid dengan keterampilan dan kemandirian.
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah melihat kebun sekolah yang ditanami berbagai komoditas, mulai dari cabai, terong, seledri, tomat, kangkung, ketela, hingga pepaya. Kegiatan budidaya tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik yang melibatkan murid secara langsung.
Selain meninjau kebun sekolah, Khofifah turut menanam pohon alpukat dalam kegiatan penanaman 81 pohon produktif bersama 81 murid dan lima guru. Kegiatan tersebut menjadi upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan tanaman yang memiliki manfaat jangka panjang.
Khofifah bersama Bupati Pacitan juga memanen ikan nila merah dan nila hitam hasil budidaya sekolah. Kegiatan ini menunjukkan pemanfaatan sektor pertanian dan perikanan sebagai sarana pembelajaran sekaligus pengenalan ketahanan pangan kepada murid.
Khofifah mengapresiasi penerapan Program SIKAP di SMKN 2 Pacitan karena mampu menggabungkan kegiatan belajar dengan aktivitas produktif. Menurutnya, sekolah vokasi memiliki potensi untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan dan pengembangan keterampilan peserta didik.
“Implementasi program SIKAP di SMKN 2 Pacitan ini bagus sekali. Ada tanaman buah dan sayur yang tumbuh subur, tadi juga kita menanam pohon, lalu panen ikan nila. Ini menjadi bukti bahwa sekolah vokasi bisa menjadi cikal bakal penguatan ketahanan dan lumbung pangan,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga sekolah dapat menjadi ruang bagi murid untuk mengasah kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan. Dengan pengalaman praktik tersebut, lulusan sekolah vokasi diharapkan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam kunjungan yang sama, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan RPS untuk SMKN 2 Pacitan. Bantuan yang dialokasikan melalui anggaran 2027 tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan sarana praktik dan mendukung proses pembelajaran sesuai kompetensi yang dibutuhkan murid.
“Ada bantuan RPS, Ruang Praktik Siswa. Insyaallah direalisasikan tahun depan karena menggunakan anggaran tahun 2027. Semoga nanti prosesnya lancar dan segera dapat dimanfaatkan untuk praktik anak-anak,” ucapnya.
Menurut Khofifah, fasilitas praktik yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi. Dengan dukungan sarana tersebut, murid diharapkan memperoleh pengalaman praktik yang lebih optimal sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja.
Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan penyerahan tali asih dan paket sembako kepada 15 petugas kebersihan serta penjaga sekolah di wilayah Pacitan. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian kepada para petugas yang berperan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Khofifah menegaskan, pembangunan Jawa Timur harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pemerataan akses pendidikan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan fasilitas belajar, serta perhatian kepada para petugas yang turut mendukung aktivitas sekolah.
“Pembangunan Jatim harus menyentuh semua. Akses pendidikan terbuka untuk semua, ketahanan pangan kita kuatkan, ruang belajar kita bangun, dan para penjaga sekolah yang setiap hari merawat sekolah kita muliakan. Inilah Jatim yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur di usia ke-81,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pacitan Subagyo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Khofifah. Ia menilai kehadiran Gubernur Jawa Timur tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan Program SIKAP dan memperkenalkan hasil penerapannya kepada masyarakat.
“Program SIKAP adalah program sistem inovatif ketahanan sekolah dan ini merupakan suatu hal yang luar biasa, program dari pemerintah. Alhamdulillah, hari ini didatangi oleh Ibu Gubernur, Ibu Khofifah. Ini luar biasa, sangat senang sekali. Pada dasarnya, saya sebagai kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas kedatangan Ibu Gubernur ke SMKN 2 Pacitan ini,” pungkasnya. (*)
