Gubernur Khofifah Hadiri Pelantikan Emil Dardak sebagai Ketua Umum MES Jatim 2026-2031, Harapkan Penguatan Halal Value Chain

27 September 2026 12:44 27 Sep 2026 12:44

Aretha Zizi S., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gubernur Khofifah Hadiri Pelantikan Emil Dardak sebagai Ketua Umum MES Jatim 2026-2031, Harapkan Penguatan Halal Value Chain

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (keempat kanan) hadiri seminar pengurus wilayah dan pelantikan Wakil Gubernur Emil Dardak sebagai Ketua Umum MES di Grand City, Surabaya, pada Sabtu, 26 September 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Pelantikan dan Seminar Pengurus Wilayah serta Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Timur di Grand City Surabaya, pada Sabtu, 26 September 2026.

Dalam agenda tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kembali dipercaya memimpin PW MES Jawa Timur sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031. Sebelumnya, Emil juga mengemban amanah yang sama pada periode 2022–2025.

Pelantikan Emil bersama 85 pengurus PW MES Jawa Timur dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat MES sekaligus Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti. Usai dilantik, Emil kemudian memimpin pembacaan ikrar bagi seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan.

Gubernur Khofifah menyampaikan ucapan selamat kepada Emil dan seluruh jajaran pengurus yang dilantik. Ia mengapresiasi dedikasi MES dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur.

"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Wagub yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah MES untuk 5 tahun ke depan,” ujar Gubernur Khofifah.

“Sebelumnya, Pak Wagub juga menjadi Ketua Umum untuk periode 2022-2025, dan saya melihat langsung betapa dedikasi beliau sangat kuat untuk ekonomi syariah di Jawa Timur," imbuhnya.

Menurut Khofifah, sinergi yang dibangun MES bersama berbagai pemangku kepentingan turut memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur. Terlebih, Jawa Timur memiliki berbagai modal yang dapat dikembangkan, mulai dari kekuatan UMKM, industri halal, ekonomi pesantren hingga sektor-sektor produktif lainnya.

Seluruh kekuatan tersebut perlu dihubungkan dalam satu rantai nilai halal atau _halal value chain_ yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Khofifah menambahkan, posisi Jawa Timur juga sangat strategis dalam struktur perekonomian nasional. Jawa Timur tercatat berkontribusi sebesar 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian nasional.

"Dan perekonomian kita ini banyak ditopang oleh ekosistem halal, UMKM, dan produk pesantren. Maka, di Jawa Timur, kita memang sedang mengusahakan halal value chain yang terintegrasi," ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya bersama Emil Dardak selaku Ketua Pengarah dan Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Jawa Timur berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada Juli lalu.

Jawa Timur sukses meraih Juara I pada tiga kategori utama, yakni Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Inovasi Ekonomi dan Keuangan Syariah, serta Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

“Kita harap capaian ini bisa terus meningkat, ekosistem syariah kita terus terbangun dan semakin membawa penyejahteraan untuk masyarakat,” pungkasnya. 

Sementara itu, sebagai Ketua Umum MES Jawa Timur, Wagub Emil menjelaskan pihaknya berencana memberikan fokus lebih terhadap pemberlakuan sertifikat halal. Terlebih dengan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM dalam memenuhi persyaratan meskipun produk mereka sebenarnya memang sudah halal.

"Kita berharap bahwa kapabilitas Jawa Timur ini dalam meraih sertifikasi halal bisa menjadi semacam motor penggerak. Salah satu yang sudah didorong adalah Halal Industrial Park yang mudah-mudahan bisa juga mendapatkan insentif fiskal sebagai sebuah KEK. Karena Halal Industrial Park ini jadi salah satu jalan kita untuk katalisasi pemenuhan-pemenuhan sertifikasi halal," jelasnya.

Selain sertifikasi halal, Emil menyoroti pentingnya penguatan sektor keuangan syariah. Ia menyebut masih terdapat sejumlah tantangan praktis di lapangan yang perlu dicarikan solusi secara bersama-sama.

"Tetapi Insya Allah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bank Indonesia selalu memberikan atensi besar. Termasuk Bank Jatim yang menjadi teladan dengan mengembangkan UUS-nya, Unit Usaha Syariah," jelasnya.

Tak lupa, Wagub Emil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur, khususnya Bank Indonesia yang turut menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi MES.

"Semoga MES Jawa Timur bisa senantiasa memberikan kontribusi kepada MES Pusat. Mudah-mudahan, insya Allah, roda organisasi bisa tetap berjalan dengan baik, sembari kita menunggu arahan pengurus pusat berikutnya. Terima kasih," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim Khofifah Emil Elestianto Dardak Pengembangan Ekonomi Syariah