KETIK, SURABAYA – Surabaya, sebagai salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia, terus berbenah menghadapi tantangan banjir yang kerap muncul saat musim hujan.
Pemerintah Kota Surabaya mengungkapkan bahwa kota ini membutuhkan setidaknya 100 rumah pompa baru sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang lebih efektif dan merata.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSADBM) Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan saat ini, Surabaya hanya memiliki 76 rumah pompa. Menurutnya, jumlah (pompa) terus harus terus ditambah.
"Idealnya, Surabaya mempunyai 100 rumah pompa. Dan pembangunan akan dilakukan secara bertahap," ujarnya saat Hearing Komisi C DPRD Surabaya pada Rabu 30 April 2025.
Windo menjelaskan pada tahun ini akan membangun saluran air skala besar pada 10 titik di jalur protokol.
Penanganan lain juga dilakukan dengan
melalui program dana kelurahan (dakel) yaitu pembangunan drainase dan peninggian jalan juga dilakukan pada wilayah permukiman penduduk.
Setiap kelurahan mengajukan lima hingga enam titik pengerjaan. Meski belum, peninggian jalan serta pelebaran drainase pada area permukiman.
"Jangan sampai kondisi jalan dan drainase malah lebih tinggi dari rumah warga. Sehingga, jalannya bebas banjir, tapi banjirnya malah pindah ke rumah penduduk. Jadi walaupun banyak warga yang mengusulkan perbaikan, tapi nggak semuanya bisa disetujui," kata Windo.
Windo juga menyebut peninggian dan pelebaran drainase, selain peninggian jalan dan pelebaran drainase, Windo menjelaskan penambahan rumah pompa dapat mempercepat dalam penanganan banjir.
Selain itu banyak bangunan liar menjadi kendala utama untuk memberantas banjir saat ini.
Misalnya yang terjadi di sungai kalianak. Ratusan bangli memenuhi bantaran sungai. Penyempitan sungai membuat normalisasi tidak bisa berjalan maksimal.
"Surat Peringatan (SP) 3 sudah diberikan. Mei, kami berharap penertiban bangunan liar sudah berjalan. Selain normalisasi, kami mengupayakan membangun rumah pompa di sana (sungai kalianak). Sehingga, arus keluar masuk air laut ke sungai bisa terkendali," pungkasnya. (*)
DSDABM Beberkan Kota Surabaya Butuh 100 Rumah Pompa untuk Tangani Banjir
1 Mei 2025 19:09 1 Mei 2025 19:09
Shinta Miranda, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Hearing Komisi C DPRD Surabaya dengan DSDABM Surabaya membahas penanganan banjir. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)
Tags:
surabaya banjir surabaya Penanganan banjir DSDABM Surabaya Komisi C Pemkot Surabaya Windo Gusman Dinas Sumber Daya Air dan Bina MargaBaca Juga:
Kuasa Hukum PT Unicomindo Layangkan Surat Peringatan Ke Pemkot Surabaya Terkait Pembayaran Sengketa Sampah Rp104 MBaca Juga:
ICMI Jatim Agendakan Muswil di Unair, Ini Tema yang DiangkatBaca Juga:
UNESA Gelar Wisuda, Rektor Nur Hasan Ingatkan Lulusan Adaptif Terhadap TeknologiBaca Juga:
PMII Jatim Geruduk Kantor Gubernur, Tolak MBG dan KDMP hingga Soroti Tambang IlegalBaca Juga:
Surabaya Kebanjiran Memasuki Musim Kemarau, BPBD Jelaskan Penyebab UtamanyaBerita Lainnya oleh Shinta Miranda
30 Oktober 2025 15:28
Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf
29 Oktober 2025 05:15
Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat
28 Oktober 2025 21:11
Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi
28 Oktober 2025 19:05
Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan
28 Oktober 2025 18:57
Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya
.png)