40 Santriwati Asah Keterampilan Digital di Pesantren Digipreneur, Ini Pesan Emil Dardak

21 Oktober 2026 15:59 21 Okt 2026 15:59

Putri Nabilla S., Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 40 Santriwati Asah Keterampilan Digital di Pesantren Digipreneur, Ini Pesan Emil Dardak

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M Noor beserta sejumlah tokoh berfoto bersama santriwari peserta "Santri Digital Camp 2026” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya pada Rabu, 20 Oktober 2026. (Foto: Humas Pesantren Digipreneur Al-Yasmin)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 40 santriwati dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi di Jawa Timur mengikuti Santri Digital Camp 2026 di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin, Surabaya, pada 20–24 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan keterampilan santri di bidang digital.

Pengasuh Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya, H. Helmy M. Noor, mengatakan bahwa peserta berasal dari sejumlah daerah, yakni Ploso, Kediri, Jombang, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Surabaya. Selain itu, terdapat peserta dari UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN), dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Acara yang dibuka Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak tersebut diikuti santriwati dari berbagai pesantren dan kampus di Jawa Timur,” kata Helmy di Surabaya, Rabu, 21 Oktober 2026.

Selama kegiatan, para santriwati mendapatkan pembekalan mengenai public speaking dan digital creative, khususnya pembuatan konten digital. Seluruh rangkaian kegiatan disediakan secara gratis, termasuk materi pelatihan, akomodasi, jaket, dan fasilitas lainnya.

Selain meningkatkan keterampilan, peserta juga mengikuti kegiatan keagamaan, seperti qiyamul lail dan khatmil Qur’an, untuk memperkuat kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Foto Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (keenam kanan) dan Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M Noor (keenam kiri) berfoto bersama santriwari perwakilan peserta "Santri Digital Camp 2026” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya pada Rabu, 20 Oktober 2026. (Foto: Humas  Pesantren Digipreneur Al-Yasmin)Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (keenam kanan) dan Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin Helmy M Noor (keenam kiri) berfoto bersama santriwari perwakilan peserta "Santri Digital Camp 2026” di Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya pada Rabu, 20 Oktober 2026. (Foto: Humas Pesantren Digipreneur Al-Yasmin)

Saat membuka kegiatan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi santri di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, keterampilan digital dapat menjadi sarana dakwah yang efektif apabila dipadukan dengan ilmu agama yang dimiliki para santri.

“Kali ini berbagai pesantren mengirimkan santri-santri untuk menguasai skill yang jika dipadukan dengan ilmu agama akan menjadi syiar yang luar biasa. Penguasaan teknologi merupakan salah satu keahlian yang perlu dipelajari santri untuk pengembangan kompetensi di bidang digital. Kita mengenal dunia dari genggaman tangan dan dunia mengenal kita dari genggaman tangan juga, maka ini yang harus dikuasai,” ujar Emil.

Emil juga mengapresiasi penyelenggaraan Santri Digital Camp yang mempertemukan generasi muda pesantren dengan para senior untuk mempelajari keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Ia menilai pelatihan singkat semacam ini sesuai dengan kebutuhan generasi muda dalam menghadapi perubahan di dunia digital.

“Yang dibutuhkan adalah pelatihan singkat untuk mempelajari hal-hal terbaru, jadi ini cocok sekali dengan realita dari dunia digital kita hari ini,” ujar Emil.

Selain itu, Emil mengingatkan bahwa Hari Santri menjadi momentum untuk menghargai kontribusi santri dan kiai dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perjuangan santri masa kini dapat diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dan penguatan akhlak sesuai kebutuhan zaman.

“Perjuangan kita bukan dengan senjata, tetapi dengan kompetensi kita, dengan akhlak kita dari pesantren. Saya minta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim mendukung kegiatan ini, termasuk memfasilitasi peserta yang ingin melihat command center. Terima kasih kepada Al Yasmin yang mewarnai Hari Santri dengan inovasi yang sangat baik,” katanya.

Sementara itu, pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, Dr. K.H.M. Sudjak, M.Ag.; Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Prof. Dr. K.H. Muhammad Ali Aziz; K.H. Ahmad Muzakki Al Hafidz; serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Ghofirin, M.Pd.(*)

Tombol Google News

Tags:

Pesantren Digipreneur Al Yasmin Santriwati Jawa Timur Hari Santri Al Yasmin Kota Surabaya Wagub Jatim Emil Dardak