2.150 Peserta Siap Meriahkan Surabaya Juang 2026, Kisah Heroik Pemain Persebaya Jadi Sorotan

27 Oktober 2026 18:03 27 Okt 2026 18:03

Sutejo Rc, Mustopa

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 2.150 Peserta Siap Meriahkan Surabaya Juang 2026, Kisah Heroik Pemain Persebaya Jadi Sorotan

Teaterikal massal siap digelar di Surabaya guna menyambut hari Pahlawan. (Foto : Diskominfo Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Sebanyak 2.150 peserta akan memeriahkan Parade Surabaya Juang 2026, Minggu, 1 November 2026.

Mengusung tema “Suroboyo Wani”, parade ini menghadirkan teatrikal perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk kisah heroik Soegiarto, pemain Persebaya yang meninggalkan lapangan hijau demi membela Tanah Air.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat untuk menyaksikan langsung parade tahunan tersebut. Selain menjadi hiburan bernuansa sejarah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan mengenalkan perjuangan para pahlawan kepada generasi muda.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan Parade Surabaya Juang merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneladani keberanian, persatuan, dan semangat pantang menyerah mereka.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sarana mewariskan nilai-nilai kepahlawanan kepada masyarakat. Karena itu, warga Surabaya maupun masyarakat dari luar kota diharapkan turut meramaikan parade tersebut.

Parade dijadwalkan mulai pukul 14.30 WIB, dengan titik keberangkatan di kawasan Tugu Pahlawan, Jalan Pahlawan, dan berakhir di Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.

Sepanjang rute sekitar 2,5 kilometer, peserta akan menyuguhkan rangkaian atraksi yang menggambarkan perjalanan perjuangan bangsa. Adegan teatrikal tersebut membawa penonton menyusuri kembali perlawanan rakyat Surabaya terhadap ultimatum Sekutu hingga Pertempuran 10 November 1945.

Salah satu kisah yang menjadi sorotan adalah perjuangan Soegiarto, pemain Persebaya yang memilih meninggalkan lapangan hijau untuk ikut mempertahankan kemerdekaan. Kisah ini menggambarkan bahwa semangat pengorbanan demi bangsa dapat lahir dari berbagai kalangan dan latar belakang.

Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) di perempatan gedung eks-Siola. Sementara itu, atraksi pertempuran 10 November 1945 akan menjadi salah satu sajian utama di titik akhir parade.

Herry menjelaskan, tema “Suroboyo Wani” tidak hanya merujuk pada keberanian para pejuang mengangkat senjata. Semangat tersebut juga perlu diwujudkan dalam kehidupan masa kini melalui pendidikan, kreativitas, prestasi, pelestarian budaya, olahraga, dan kepedulian sosial.

Foto Drama kolosal memperingati hari pahlawan yang digelar Pemkot Surabaya melibatkan ribuan massa dari berbagai kalangan. (Foto : Diskominfo Surabaya?Drama kolosal memperingati hari pahlawan yang digelar Pemkot Surabaya melibatkan ribuan massa dari berbagai kalangan. (Foto: Diskominfo Surabaya)

Jika dahulu para pejuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan, generasi sekarang dapat meneruskan perjuangan dengan belajar sungguh-sungguh, berkarya, berprestasi, menjaga persaudaraan, serta memberikan kontribusi positif bagi kota.

Parade Surabaya Juang 2026 melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), prajurit TNI dan Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, kalangan pemuda, hingga beragam komunitas masyarakat.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut akan memadukan rekonstruksi sejarah, nilai kebangsaan, dan ekspresi budaya dalam satu rangkaian kegiatan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya berharap parade ini dapat menjadi ruang pertemuan lintas generasi untuk memperkuat identitas kota sebagai simbol perjuangan bangsa. Masyarakat juga diharapkan tidak hanya menikmati kemeriahan acara, tetapi memahami nilai keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang terkandung di dalamnya.

Herry mengajak masyarakat datang bersama keluarga, khususnya dengan mengajak anak-anak dan generasi muda. Dengan menyaksikan langsung teatrikal perjuangan, mereka diharapkan semakin mengenal sejarah sekaligus memahami arti penting kemerdekaan.

Melalui Parade Surabaya Juang 2026, Pemkot Surabaya ingin menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus terus hidup dan berkembang mengikuti zaman. Semangat “Suroboyo Wani” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi dorongan bagi warga untuk berani berbuat baik, berkarya, dan membangun Surabaya yang lebih maju. (*)

Tombol Google News

Tags:

Parade Juang Hari Pahlawan Teaterikal Surabaya Info Surabaya Berita Surabaya