Insentif Ribuan Guru Ngaji Sidoarjo Cair, Bupati Subandi Tegaskan Tak Boleh Ada Potongan Apa pun

20 Agustus 2026 16:46 20 Agt 2026 16:46

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Insentif Ribuan Guru Ngaji Sidoarjo Cair, Bupati Subandi Tegaskan Tak Boleh Ada Potongan Apa pun

Bupati Subandi bersalaman dengan guru-guru ngaji Sidoarjo setelah pencairan insentif guru ngaji pada Rabu malam (19 Agustus 2026). (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)

KETIK, SIDOARJO – Ribuan guru ngaji se-Kabupaten Sidoarjo begitu bahagia. Rabu malam (19 Agustus 2026), mereka dipastikan segera memperoleh insentif Rp 4,2 juta. Bupati Subandi memastikan insentif tersebut harus diterima utuh. Tidak boleh ada potongan apa pun. 

"Tidak boleh dipotong untuk urunan apa pun. Kalah misalnya butuh kantor, biarkan bupati nanti yang berkewajiban memberikan hibah," kata Bupati Subandi kepada ribuan guru ngaji Sidoarjo yang hadir di Pendopo Delta Wibawa.

Jumlah guru ngaji Sidoarjo penerima insentif pada tahun 2026 ini lebih dari 5.500 orang. Anggaran yang dikucurkan untuk mereka mencapai sekitar Rp 23 miliar. Penerima insentif adalah guru-guru ngaji Sidoarjo yang terdaftar dalam data EMIS (Education Management Information System) di Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo. Khususnya, mereka yang ber-KTP Kabupaten Sidoarjo. 

Bupati Subandi menyampaikan, insentif untuk guru ngaji Sidoarjo ini merupakan wujud penghargaan dan apresiasi atas jasa-jasa guru ngaji di Sidoarjo. Mereka dinilai sangat berjasa dalam membangun fondasi generasi anak-anak Kabupaten Sidoarjo dalam kemampuan membaca Al-Quran.

Bupati Subandi juga menyebut insentif untuk guru ngaji di Sidoarjo sebagai bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo dalam meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji. 

"Anggaran ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap peran strategis guru ngaji Sidoarjo dalam membangun karakter dan moral generasi muda sejak usia dini,” katanya.

Bupati Subandi berharap insentif tersebut memberikan manfaat nyata bagi para guru TPQ, khususnya dalam menunjang kesejahteraan mereka. Mari bareng-bareng membangun fondasi mental anak kita. Pemerintah daerah hadir memberikan insentif guru ngaji agar anak-anak Sidoarjo bisa mengaji dan memiliki fondasi agama yang kuat.

Bupati Subandi berharap para guru ngaji Sidoarjo membantu bupati, wakil bupati, dan pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak Sidoarjo memiliki kemampuan dasar dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.

Anggaran Ditambah, Guru Ngaji pun Sambut Baik

Pencairan insentif guru ngaji mendapat sambutan gembira ribuan guru ngaji Sidoarjo. Mereka berdatangan sejak sore ke Pendopo Delta Wibawa. Untuk memfasilitasi para pahlawan generasi tersebut, Pemkab Sidoarjo menyiapkan tenda, karpet, bahkan konsumsi mereka selama kegiatan. Bupati Subandi menyatakan nilai insentif guru ngaji akan ditambah sesuai dengan data valid EMIS di Kemenag Sidoarjo. 

"Insya Allah sudah hampir 85 persen guru ngaji bisa menyelesaikan EMIS. Kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” ungkap Bupati Subandi di hadapan ribuan guru yang hadir langsung di Pendopo Delta Wibawa. 

Guru-guru ngaji Sidoarjo pun bertepuk tangan gembira. Bupati Subandi menyatakan pemberian insentif guru ngaji tidak dikaitkan dengan faktor, seperti politik. Juga, tidak boleh sama sekali dipotong untuk keperluan apa pun. Misalnya, membangun kantor TPQ. Kalau ada yang punya rencana membangun kantor, lebih baik minta bantuan Pemkab Sidoarjo.

"Itu sudah menjadi kewajian kami untuk membantu," tambah Bupati Subandi. 

Bupati Subandi mengajak mereka untuk selalu bersemangat dalam mendidik anak-anak belajar membaca Al-Quran. Pengabdian mereka pasti akan mendapatkan apresiasi sekaligus tentu pahala dari Allah SWT. 

Dia menambahkan program pemberian insentif guru ngaji Sidoarjo akan terus dievaluasi dan diupayakan berkelanjutan. Pemkab Sidoarjo mendorong para guru TPQ yang belum terdata dalam EMIS Kemenag Sidoarjo agar segera melengkapi persyaratan administrasi. Dengan begitu, seluruh guru TPQ dapat memperoleh hak yang sama pada tahun-tahun mendatang.

"Kalau data EMIS ini masuk, Insya Allah tetap akan kita realisasikan dalam PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Apabila data EMIS,  semisal 8.000 guru, Insya Allah Bupati dan DPRD akan meralisasikan 8.000,” tambah Bupati Subandi.

Ketua Forum Komunikasi Kepala (FKK) TPQ Kabupaten Sidoarjo H. Saifullah bersyukur Pemkab Sidoarjo selalu memberikan insentif kepada guru TPQ di Sidoarjo. Ia berharap nantinya seluruh guru TPQ di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan insentif.

“Alhamdulillah. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mulai tahun 2006 sampai hari ini 2026 memberikan insentif untuk guru TPQ. Sudah 20 tahun,” ucapnya.

Saifullah akan mendorong guru-guru TPQ untuk menyelesaikan administrasi pendataan pada aplikasi EMIS. Sebab, masih banyak guru ngaji yang belum masuk dalam data EMIS tersebut. Hal itu menjadi kendala guru ngaji  untuk memperoleh insentif. Manakala ada guru-guru TPQ yang belum selesai dan beres untuk EMIS-nya, mereka tidak mendapatkan insentif.

"Karena persyaratan itu masuk dalam juknis penerima insentif Kabupaten Sidoarjo yang sudah ditandatangani di tahun 2024," ujarnya.

Menurut dia, banyak faktor yang menjadi kendala guru-guru TPQ untuk bisa masuk data di EMIS. Misalnya, koneksi wifi atau server EMIS yang bermasalah. Namun, dia yakin tahun depan penerima insentif akan bertambah. Saat ini sudah hampir 85 persen guru ngaji sudah bisa menyelesaikan persyaratan EMIS. 

"Kami yakin nanti di 2027 lebih dari 5.000 yang akan mendapatkan insentif karena EMIS-nya sudah terselesaikan,” Saifullah. (adv) 

 

Tombol Google News

Tags:

sidoarjo insentif guru ngaji Bupati Subandi Kemenag Sidoarjo