KETIK, SIDOARJO – Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo keracunan masal. Pemkab Sidoarjo memprioritaskan penanganan medis bagi para santri yang masih menjalani perawatan. Dinas Kesehatan Sidoarjo terus berkoordinasi dengan rumah sakit. Tujuannya, memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan secara optimal.
“Pemerintah daerah berfokus pada penanganan medis. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani seluruh pasien,” ujar Bupati Subandi.
Data terbaru menyebutkan, 516 santri telah menjadi korban keracunan. Mereka memperoleh penanganan medis. Hingga Rabu (2 September 2026), 427 santri diperbolehkan pulang, sementara 88 santri masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan satu pasien masih dalam observasi.
Perinciannya, RS Siti Hajar merawat 35 pasien, RS Delta Surya 15 pasien, RS Pusura 9 pasien, RSU Aisyiyah St. Fatimah 9 pasien, RS Pusdik Bhayangkara 8 pasien, RS Notopuro 5 pasien, RS Anwar Medika 5 pasien, dan RS Arafah Anwar Medika 2 pasien. Satu pasien lainnya masih menjalani observasi di RSUD Notopuro.
Pemkab Sidoarjo terus berkoordinasi dengan BGN, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan perangkat daerah terkait untuk memantau kondisi para santri serta memastikan penanganan berjalan dengan baik.
