KETIK, PACITAN – RSUD dr. Darsono Pacitan menjalani evaluasi menyeluruh selama tiga hari dalam Survei Simulasi Akreditasi yang dilaksanakan Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS).
Mulai dari pemeriksaan dokumen, penelusuran pelayanan di lapangan, hingga simulasi penanganan kondisi darurat, seluruh aspek pelayanan rumah sakit diperiksa sebagai bekal menghadapi survei akreditasi resmi.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengatakan simulasi yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 tersebut menjadi momentum penting untuk mengetahui berbagai kekurangan yang masih harus dibenahi sebelum penilaian resmi dilakukan.
"Survei simulasi ini menjadi bagian dari evaluasi dan penyempurnaan agar seluruh standar akreditasi benar-benar diterapkan secara optimal. Harapannya, pelayanan kepada masyarakat semakin bermutu, aman, dan berfokus pada keselamatan pasien," ujar dr. Johan Tri Putranto, Selasa, 14 Juli 2026.
Survei simulasi melibatkan dua surveyor KARS, yakni dr. Dian Suprodjo, Sp.THT-KL., CHQP sebagai Surveyor Asuhan dan dr. Saiful Wathoni, MARS, CHAE, CHQP sebagai Surveyor Manajemen.
Jajaran asuhan dan tim akreditasi RSUD dr. Darsono Pacitan mengikuti telaah dokumen bersama surveyor KARS secara daring melalui SIDOKAR sebagai bagian dari rangkaian simulasi akreditasi rumah sakit.
Pada hari pertama, tim surveyor melakukan telaah dokumen secara daring melalui Sistem Informasi Dokumen Akreditasi Rumah Sakit (SIDOKAR).
Berbagai dokumen pelayanan asuhan maupun tata kelola rumah sakit diperiksa untuk memastikan telah memenuhi standar akreditasi.
Hari kedua dilanjutkan dengan penelusuran langsung ke berbagai unit pelayanan di lingkungan RSUD dr. Darsono.
Surveyor mengecek implementasi standar pelayanan, mulai dari pelayanan medis, administrasi, hingga sistem manajemen rumah sakit.
Sementara pada hari ketiga, pemeriksaan semakin mendalam melalui telusur dokumen dan observasi di sejumlah ruangan pelayanan.
Tidak hanya itu, rumah sakit juga melaksanakan simulasi Code Blue di ruang Bugenvil 2 dan Intensive Care Unit (ICU), serta simulasi Code Red di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Simulasi tersebut bertujuan menguji kesiapan seluruh petugas dalam menangani kondisi darurat, baik kegawatan medis maupun potensi kebakaran di lingkungan rumah sakit.
Petugas RSUD dr. Darsono Pacitan melaksanakan simulasi Code Red sebagai bagian dari Survei Simulasi Akreditasi KARS. Simulasi ini bertujuan menguji kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Menurut dr. Johan, seluruh catatan dan rekomendasi dari tim surveyor akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan.
"Kami ingin seluruh jajaran memahami bahwa akreditasi bukan sekadar mengejar nilai, tetapi membangun budaya kerja yang mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan," tegasnya.
Ia menambahkan, hasil simulasi menjadi tolok ukur kesiapan RSUD dr. Darsono sebelum menghadapi survei akreditasi yang sesungguhnya.
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, RSUD dr. Darsono Pacitan optimistis mampu meraih hasil akreditasi terbaik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan.(*)
.png)