Efisiensi Anggaran, Fabian Kaloh Ingatkan Pemkot Bitung soal Anggaran FPSL

5 September 2026 17:31 5 Sep 2026 17:31

Maulana Haviz, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Efisiensi Anggaran, Fabian Kaloh Ingatkan Pemkot Bitung soal Anggaran FPSL

Mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Fabian Kaloh. (Foto: Dok pribadi)

KETIK, BITUNG – Mantan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Fabian Kaloh, mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Bitung menggelar Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) pada Oktober 2026.

Meski demikian, Fabian mengingatkan Pemkot Bitung agar tidak mengalokasikan anggaran terlalu besar untuk festival tersebut. Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini sedang menghadapi tekanan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Fabian menyampaikan pandangan tersebut melalui ruang publik grup WhatsApp (WAG) “Berita Bitung” pada 5 September 2026. Ia menilai FPSL tetap layak digelar karena telah menjadi agenda rutin sekaligus kalender pariwisata Kota Bitung.

“Sebagai warga Kota Bitung, saya apresiasi dan salut dengan berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kota Bitung, khususnya untuk Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2026 nanti,” ucap Fabian.

Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Fabian menjelaskan bahwa pelaksanaan FPSL selama ini memang telah menghasilkan berbagai kegiatan dan aktivitas. Namun, ia menilai dampak jangka panjang dari penyelenggaraan festival tersebut belum terlihat secara signifikan.

“FPSL ini kan bukan kali ini, sudah beberapa kali kita lakukan. Tetapi saya melihat ada output-nya, walaupun outcome-nya nyaris tidak kelihatan,” bebernya.

Fabian kemudian menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bitung yang menurutnya saat ini mengalami tekanan akibat efisiensi dan pemangkasan anggaran.

Ia membandingkan kondisi anggaran Kota Bitung saat ini dengan sekitar satu dekade lalu, ketika dirinya masih bertugas sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.

“Kalau lihat struktur anggarannya saja cuma sekitar Rp600 miliar. Padahal 10 tahun yang lalu, saat saya berdinas sebagai ASN, APBD kita mencapai sekitar Rp 900 Miliar atau hampir Rp 1 Triliun. Artinya sekarang turunnya banyak sekali,” ujar Fabian.

Dengan kondisi tersebut, Fabian berpandangan penyelenggaraan FPSL tetap dapat dilakukan karena sudah masuk dalam kalender kegiatan Kota Bitung. Namun, ia menilai kemeriahan festival tidak harus diwujudkan melalui belanja anggaran yang besar.

“Menurut saya acara FPSL karena sudah menjadi calendar of event, boleh saja dilaksanakan, tetapi tidak perlu mengeluarkan biaya besar, mengeluarkan dana yang besar,” katanya.

Fabian mendorong Pemkot Bitung mencari pola penyelenggaraan yang mampu mempertahankan daya tarik dan kemeriahan FPSL, tetapi dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien.

“Bikin meriah, oke. Tapi biaya besar mungkin bisa ditekan, biar dana untuk kegiatan seremonial acara seperti itu sebaiknya dialihkan ke kebutuhan-kebutuhan Pemkot yang lebih krusial, lebih penting,” ujar Fabian.

Menurut Fabian, efisiensi anggaran perlu dilakukan agar belanja untuk kegiatan seremonial tidak mengurangi ruang fiskal pemerintah daerah dalam membiayai program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ia menilai FPSL tetap bisa menjadi momentum untuk mempromosikan pariwisata Kota Bitung tanpa harus membebani keuangan daerah. Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, festival tersebut diharapkan tetap berlangsung meriah sekaligus memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Fabian Kaloh Anggota Dprd Provinsi FPSL kota bitung Info Bitung efesiensi anggaran Pemkot Bitung Efisiensi Anggaran